logo


Perpres TKA Jadi Polemik, Menaker: Hanya Menekankan Pada Penyerderhanaan Perizinan Saja

Hanif memjelaskan bahwa urgensi dari diterbitkan Perpres TKA adalah untuk meningkatkan investasi agar dapat menyamai negara-negara lain.

26 April 2018 16:19 WIB

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, M. Hanif Dakhiri, saat melakukan diskusi dengan praktisi dan akademisi di kantor Kemnaker Jakarta, Kamis (3/8).
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, M. Hanif Dakhiri, saat melakukan diskusi dengan praktisi dan akademisi di kantor Kemnaker Jakarta, Kamis (3/8). Biro Humas Kemnaker

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanif Dhakiri, menegaskan bahwa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang telah ditandatangi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mengurangi syarat kualitatif dari pekerja asing yang masuk ke Indonesia.

Menurutnya, Perpres TKA tersebut hanya lebih menekankan pada penyerderhanaan perizinan TKA.

“Ini kan hanya berusaha memperbaiki iklim investasi di negara kita sehingga lapangan kerja kita makin baik,” ujar Hanif di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (26/4).


Sebut Perpres TKA Salah Arah, Buruh: Orang China di Sini Gajinya Rp 10 Juta, Orang Indonesia Rp 3,6 Juta

Hanif memjelaskan bahwa urgensi dari diterbitkan Perpres TKA adalah untuk meningkatkan investasi agar dapat menyamai negara-negara lain.

“Iklim investasi kita harus terus diperbaiki. It of doing bisnis kita dalam tahun terakhir ini meningkat tapi masi kalah dibandingkan negara-negara lain. Kenapa investasi? Orang akan nanya seperti itu kan. Lah kita ini kan nggak bisa dengan dari APBN doang. Untuk menciptakan lapangan kerja kita juga harus menggerakan investasi nya,” kata Hanif.

Oleh karena itu, jelas Hanif, semua yang menghambat investasi harus diperbaiki dari segala faktor dan tidak hanya didalam perizinan TKA.

“Semua perizinan di Indonesia memang harus sederhana. Harus cepat dan efisien. Termasuk dengan pelayan publik dan lain-lain. Ini hanya salah satu saja,” pungkasnya.

NasDem: Kubu Oposisi Jangan Paranoid dengan Perpres TKA

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana