logo


Harga Meroket, Pemerintah Didesak Stabilkan Harga Bawang Putih

Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menstabilkan harga dengan mengutamakan menyerap produk pertanian bawang putih dalam negeri.

26 April 2018 12:53 WIB

Bawang putih.
Bawang putih. Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi IV DPR RI, Hermanto, mengaku prihatin atas lonjakan harga bawang putih di pasaran akhir-akhir ini.

Menurutnya, kondisi ini selalu berulang bahkan telah menjadi perangkap berkelanjutan agar Indonesia selalu menjadi negara konsumen.

"Kembali melonjaknya harga bawang ini merupakan indikator belum adanya upaya yang sistematis dan strategis dari pemerintah untuk mengoptimalkan sektor hulu pertanian bawang putih,” ujar Hermanto di Gedung DPR RI, Jakarta, pada hari Kamis (26/4).


Harga Bawang Putih Masih Tertahan di Angka Tinggi

Hermanto menilai, pemerintah harus secepatnya mengambil peran strategis. Pasalnya, dari laporan Ikatan Pedagang Pasar Tradisional Indonesia (Ikappi), harga bawang putih di pasar tradisional Jakarta sempat menyentuh Rp 60.000/kg, padahal harga standarnya berkisar Rp 30.000-Rp 35.000/kg.

"Menguatkan sistem pertanian bawang putih, menguatkan teknologi pertanian, mengoptimalkan lahan serta pemberdayaan petani dan menyehatkan alur distribusi perdagangan bawang putih yang berbasis kepentingan bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial bagi petani merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah,” tuturnya.

Hermanto lantas mengatakan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menstabilkan harga dengan mengutamakan penyerapan produk pertanian bawang putih dalam negeri.

“Masyarakat harus dibuat tenang saat menghadapi puasa dan lebaran,” pungkasnya.

 

Ketua DPR: Kebijakan Impor Belum Bisa Turunkan Harga Bawang Putih di Pasaran

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana