logo


Indonesia Terlalu Sering Mempertahankan Energi Negara Lain

Dalam lima tahun mendatang ditargetkan penggunaan energi dalam negeri sebesar 64%

14 Januari 2015 14:40 WIB

Gas bumi salah satu sumber energi yang produksinya akan ditingkatkan
Gas bumi salah satu sumber energi yang produksinya akan ditingkatkan

JAKARTA JITUNEWS.COM - Banyaknya sumber energi Indonesia yang diekspor membuat pemerintah berpikir ulang dalam pencanangan target penggunaan energi dalam negeri.

Direktur Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Josaphat Rizal Primana, mengatakan dalam jangka waktu lima tahun mendatang pemerintah menargetkan penggunaan energi sebesar 64%.

Rizal melanjutkan, selama ini Indonesia selalu berhasil mempertahankan kedaulatan energi negara lain. Tetapi hal ini tidak berlaku bagi kedaulatan energi dalam negeri.


Konsumsi Bright Gas di Solo Mulai Naik

"Artinya banyak sumber energi Indonesia yang diekspor," kata Rizal, Rabu (14/1).

Sebagai contohnya, Rizal menambahkan, sebanyak 70% produksi batu bara Indonesia saat ini diekspor ke negara lain dan hanya sisanya yang dimanfaatkan di dalam negeri.

Dia menegaskan, dalam lima tahun ke depan, paling sedikit 60% produksi batu bara harus digunakan di dalam negeri dan sisanya diekspor ke negara lain.

Rizal menjelaskan, upaya untuk meningkatkan penggunaan energi dalam negeri dilakukan dengan meningkatkan produksi energi primer yaitu minyak, gas, dan batu bara serta meningkatkan cadangan penyangga dan operasional energi.

"Salah satu sumber daya energi yang dimaksimalkan produksinya yaitu gas bumi yang pada tahun 2014 sebanyak 1.244 SBM/hari, akan ditingkatkan menjadi 1.295 SBM/har pada tahun 2019," ujar Rizal.

Indonesia Bangun Jaringan Gas Senilai US$ 80 Milyar

Halaman: 
Penulis :