logo


Bekas Ajudan Boediono Jadi Deputi Penindakan, KPK: Tidak akan ada Konflik Kepentingan

Firli diketahui pernah menjabat sebagai ajudan Wakil Presiden RI periode 2009-2014 Boediono

19 April 2018 09:39 WIB

Logo KPK.
Logo KPK. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Penanganan kasus bail out Bank Century tidak akan menemukan kendala meskipun Deputi Penindakan KPK saat ini adalah mantan ajudan Boediono, Brigjen Pol Firli.

Firli diketahui pernah menjadi ajudan Wakil Presiden RI periode 2009-2014, Boediono, yang akhir-akhir ini namanya mencuat karena putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait kasus Bank Century.

"Kemarin kebetulan saya ketemu Pak Firli dan saya tanya beliau terkait pertanyaan teman-teman media yang mempertanyakan Deputi Bidang Penindakan KPK yang pernah menjadi ajudan Wapres saat itu," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK Jakarta pada hari Rabu (18/4/2018).


Bicara Kasus Century, Boediono Diminta Bersikap Jantan

Kepada Febri, Firli menegaskan bahwa kasus Bank Century terjadi sebelum Boediono menjadi Wapres dan dirinya belum menjadi ajudan wapres saat itu.

"Ditegaskan oleh Brigjen Pol Firli, pertama peristiwa Bank Century terjadi sebelum Boediono menjadi Wapres, artinya tidak hubungan dengan penugasannya pada saat itu," kata Febri.

Febri juga menegaskan bahwa KPK memiliki mekanisme berlapis untuk menangani perkara mulai dari proses penyelidikan yang dilakukan oleh tim penyelidik dari Direktorat yang berbeda.

"Kemudian, proses penyidikan sampai proses penuntutan dibahas pada forum ekspose yang melibatkan unsur-unsur yang terkait dengan penangan perkara tersebut,"ungkapnya.

Dalam pertemuan itu, kata Febri, Firli yang merupakan mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat itu menegaskan bahwa apa yang akan dilakukan hanyalah sebatas pembuktian pada proses hukum saja mengikuti mekanisme yang sudah berjalan di KPK.

"Jadi, saya kira secara kelembagaan KPK akan profesional untuk menangani kasus ini," ungkap Febri.

Firli sendiri baru dilantik sebagai Deputi Bidang Penindakan KPK pada pada hari Jumat, tanggal 6 April 2018.

Vonis Diperberat, KPK Kaget JC Andi Narogong Dibatalkan

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas