logo


Jokowi dan Prabowo Nyaris Maju Bareng di Pilpres, Sayangnya...

Jokowi pernah menanyakan terkait urusan cawapres kepadanya termasuk kemungkinan jika Jokowi menjadikan Prabowo sebagai Cawapres.

16 April 2018 11:43 WIB

Prabowo Subianto menyambut kedatangan Presiden Jokowi saat berkunjung ke kediamannya, di Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojong Koneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (31/10).
Prabowo Subianto menyambut kedatangan Presiden Jokowi saat berkunjung ke kediamannya, di Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojong Koneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (31/10). Biro Pers Setpres RI

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo nyaris menggandeng Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk maju dalam Pilpres 2019 nanti. Komunikasi politik terkait kemungkinan itu bahkan sudah terbangun. Sayangnya, tak banyak, khususnya dari koalisi pendukung Jokowi, yang setuju.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy membenarkan hal itu. Menurut Rommy, Prabowo mengatakan itu usai bertemu Presiden Joko Widodo.

"Dan pada saat itu Pak Prabowo saat itu menyampaikan dalam pertemuan terakhir di bulan November itu. 'Saya merasa sangat terhormat di akhir perjuangan saya bisa dipinang sebagai wakil presiden'," ujar Rommy menirukan ucapan Prabowo, Jumat (13/4/2018) di sela Munas Alim Ulama PPP di Hotel Patrajasa, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/4/2018) lalu.


Gerindra: Agak Susah Menentukan PAN di Bagian Partai Setan atau Bukan

Sayangnya, Rommy mengaku tidak tahu siapa yang menginisiasi gagasan yang menjadikan Prabowo sebagai Cawapres Jokowi, apakah pihak Jokowi atau Prabowo. Tapi, Rommy yakin, pertemuan keduanya digagas Jokowi sendiri.

Jokowi, kata Rommy, juga pernah menanyakan terkait urusan cawapres kepadanya termasuk kemungkinan jika Jokowi menjadikan Prabowo sebagai Cawapres.

"Saya langsung bilang setuju. Saya pilih setuju karena akan ada aklamasi nasional," kata Rommy.

Sayangnya, keinginan kedua tokoh tersebut untuk bergabung tidak terwujud karena dukungan dari partai pendukung serta relawan Jokowi minim.

"Kemudian sebulan setelahnya bulan Desember saya bertemu dengan Pak Jokowi. Dan dikatakan sepertinya berat, kenapa? Karena Ketua Umum parpol yang bersama dengan saya yang setuju sejauh ini baru mas Rommy saja. Dan relawan yang setuju hanya 10 persen saja," kata Rommy.

Minta Jatah Cawapres, Ini Syarat dari Gerindra untuk PKS

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas