logo


Pemberitaan Kriminal Kerap Mengekspos Korban, Pelaku, dan Keluarganya, Dewan Pers: Prihatin

“Melalui momen ini saya menyambut baik mou antara KPAI dan Dewam Pers, yang salah satunya hasilkan pedoman meliput terkait anak.”

12 April 2018 18:47 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Dewan Pers, Yosep Stanley Adi Prasetyo mengaku prihatin melihat pemberitaan di Indonesia yang masih banyak melakukan pelanggaran kode etik jurnalistik.

“Saya sebagai ketua dewan pers terus terang galau melihat pemberitaan media terutama di tv saat ini karena ada banyak pelanggaran, juga media online,” ujar Stanley saat memberikan sambutannya di acara penandatangan MoU Nota Kesepahaman Pemberitaan Berperspektif Perlindungan Anak di Gedung Dewan Pers, Jakarta, pada hari Kamis (12/4).

Menurutnya keprihatiannya itu dikarenakan masih banyaknya pemberitaan kriminal yang mengekspose identitas korban, pelaku dan keluarganya.


Wujudkan Pemberitaan Ramah Anak, Dewan Pers dan KPAI Tandatangani MoU

“Itu diekspos sangat luar biasa. Wajah diblur, nama diinisialkan, tapi sering kali sekolahnya diekspose, atau alamatnya. Nah ini jadi potensi pelanggaran karena seluruh identitas terkait informasi yang bisa menghubungkan orang dengan asal usul tempat tinggal, orang tua dan khususnya yang terkait dengan apakah jadi korban atau pelaku,” ungkapnya.

Dalam hal ini, Stanley mencontohkan kasus pembunuhan seorang buruh pabrik di Tangerang, dimana pelaku yang masih berusia 16 tahun itu diekpose di berbagai media.

“Pelakunya masih 16 tahun, wajah diekspose dan jadi kampanye di tiap pengadilan terkait tersangka. Kampanye ini menggunakan foto dari foto tersangka yang dimuat di media dan tuntutannya adalah hukuman mati,” tuturnya.

Oleh karena itu, Stenly sangat mendukung  penandatangan MoU Nota Kesepahaman Pemberitaan Berperspektif Perlindungan Anak.

“Melalui momen ini saya menyambut baik mou antara KPAI dan Dewam Pers, yang salah satunya hasilkan pedoman meliput terkait anak,” pungkasnya.

KPAI Beberkan Alasan Pemberitaan Tentang Anak Wajib Dilindungi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Uty Saifin Nuha