logo


Said Aqil Sebut Aksi 212 Berkepentingan Politik, Persaudaraan Alumni 212 Angkat Suara

Said Aqil mengaku menerima ancaman dan sekaligus rayuan untuk bergabung dalam aksi tersebut.

12 April 2018 10:00 WIB

Massa aksi super damai 212 memadati kawasan Bunderan Patung Kuda usai melaksanakan Salat Jumat dan doa bersama di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016).
Massa aksi super damai 212 memadati kawasan Bunderan Patung Kuda usai melaksanakan Salat Jumat dan doa bersama di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016). Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Aksi Bela Islam 212 pada 2016 lalu beragendakan menuntut eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipenjara lantaran dituduh menistakan agama Islam.

Meski aksi tersebut sudah lama berlalu, Ketum PBNU Said Aqil Siroj kembali mengungkitnya dan melemparkan kritik.

"Saya melewati masa krisis yang sangat luar biasa ketika 212. Betul-betul ujian yang besar. Alhamdulillah saya tidak bergeser sedikit pun," ujar Said di gedung PBNU, Jakarta Pusat, pada hari Selasa (10/4).


Pemerintah Diserang Isu Antiulama, Menag: Saya Turun Waktu Aksi 411 dan 212

Menurut Said, aksi 212 merupakan aksi yang memiliki kepentingan politik. Sebagai Ketua PBNU, ia enggan memihak kepentingan-kepentingan politik mana pun.

Said mengaku, saat itu menerima ancaman dan sekaligus rayuan untuk bergabung dalam aksi tersebut.

Sebut Gatot Didukung Sejuta Alumni 212, RSPN: Gatot Salah Satu Pilihan Baik

Halaman: 
Penulis : Uty Saifin Nuha