logo


Kontrak Dua Blok Migas dengan Skema Gross Split Resmi Diteken

Adapun, kontrak kerja sama tersebut memiliki nilai investasi sebesar US$ 9,7 juta atau sekitar Rp 130,95 miliar

5 April 2018 16:09 WIB

Kamis (5/4) siang, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan penandatanganan persetujuan Kontrak bagi hasil migas menggunakan skema gross split untuk Wilayah Kerja (WK) Andaman I dan Andaman II.
Kamis (5/4) siang, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan penandatanganan persetujuan Kontrak bagi hasil migas menggunakan skema gross split untuk Wilayah Kerja (WK) Andaman I dan Andaman II. detikFinance

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pada hari Kamis, tanggal 5 April 2018 siang, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan penandatanganan persetujuan kontrak bagi hasil migas menggunakan skema gross split untuk Wilayah Kerja (WK) Andaman I dan Andaman II. Kontrak kerja sama tersebut memiliki nilai investasi sebesar US$ 9,7 juta atau sekitar Rp 130,95 miliar.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, menyaksikan dan memberikan persetujuan kepada Kontrak tersebut yang ditandatangani oleh Kepala SKK Migas, Amies Sunaryadi, dan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Dalam sambutannya, Arcandra mengatakan, penandatanganan kontrak ini merupakan yang pertama untuk Wilayah Kerja baru menggunakan skema gross split, dengan jangka waktu kontrak selama 30 tahun yang dimulai dengan tahap eksplorasi selama enam tahun.


Arcandra: Tiga Spirit Gross Split Membawa Industri Migas Lebih Efektif dan Efisien

"Atas nama pemerintah, kami ucapkan selamat kepada Mubadala Petroleum, Premier Oil, KrisEnergy. Ini adalah kontrak pertama yang menggunakan gross split. Dalam perjalanan nanti, apabila ada hal-hal yang perlu dibicarakan maka datang saja ke kita," kata Arcandra dalam sambutannya di Kementerian ESDM, Jakarta, pada hari Kamis (5/4).

Arcandra mengatakan, total investasi dari penandatanganan kontrak WK Andaman I dan Andaman II sebesar US$ 9,7 juta dengan bonus tanda tangan sebesar US$ 1,75 juta

"Kita berharap hari ini bukan memproduksi kertas yang harus ditandatangani. Yang terpenting adalah kita harus mendapatkan oil atau gas dari penandatanganan yang dilakukan ini," papar Arcandra.

Lebih jauh, Arcandra menjelaskan, peralihan skema kontrak migas dari PSC Cost Recovery menjadi PSC Gross Split memberi kepastian, kesederhanaan, dan efisiensi. Dikatakan Arcandra, gross split akan memberikan kepastian bagi investor, karena parameter dalam pembagian split transparan dan terukur. Parameter ditentukan berdasarkan karakteristik lapangan serta kompleksitas pengembangan dan produksi.

Melalui Kontrak Bagi Hasil Gross Split ini, sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 52 Tahun 2017 yang merupakan revisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2017, apabila diperlukan, Menteri dapat memberikan tambahan split untuk membantu komersialisasi wilayah kerja pada saat POD untuk suatu tingkat keekonomian tertentu.

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2018, pemerintah juga melelang 26 WK Migas skema Gross Slit yang terdiri atas 24 WK Konvensional dan 2 WK Non Konvensional. Dari 26 WK tersebut, sebanyak 8 WK Migas kategori lelang penawaran langsung (6 WK Konvensional dan 2 WK Non Konvesional) sedang dalam tahap evaluasi dokumen. Selebihnya, sebanyak 19 WK Migas Konvensional kategori lelang regular masih dalam tahap pengambilan dokumen hingga tanggal 7 Juni 2018.

Terapkan Skema Gross Split, Investasi PHE ONWJ Meroket

Halaman: 
Penulis : Riana
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex