•  

logo


Moeldoko Minta Komisi Penyiaran Indonesia Harus Berani Bersuara

Komisi Penyiaran Indonesia baik di pusat maupun di daerah dapat menjadi pahlawan dalam mengawal perubahan di era Revolusi Industri 4.0.

2 April 2018 12:14 WIB

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko Dok. KSP

Sekarang ini, menurut Moeldoko, masyarakat sering diombang-ambing olehg informasi yang simpang siur dan tidak benar. Contohnya, seringkali Pemerintah dituding hanya membangun fisik, membangun infrastruktur saja. Padahal, jika dipahami lebih jauh, dalam pembangunan fisik dan infrastruktur, di dalamnya terkandung upaya membangun konektivitas, membangun mentalitas masyarakat dan membangun peradaban manusia. Jika hanya memperhitungkan aspek politik atau ekonomi saja, maka pemerintahan Presiden Joko Widodo hanya akan membangun di Pulau Jawa. Kebijakan seperti itulah yang membedakan politisi dan negarawan.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan, penyiaran yang sehat hanya bisa diwujudkan jika industrinya sehat. Bisnisnya harus berjalan baik dan berkualitas. Menurut catatan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rudi mengatakan, terdapat 2.673 izin yang sudah beroperasi. 

“Sekitar 1.100 adalah izin siaran televisi dan  sekitar 1.600 izin radio termasuk LPP dan LPK. Pemerintah sekarang ini memberlakukan moratorium izin baru, karena kita peduli dengan keberlangsungan industri penyiaran yang sudah ada. Pemerintah bertugas untuk membina supaya industrinya dapat berkelanjutan,” tambah Rudiantara.


Agar Sektor Migas Terhindar Suap, Moeldoko Sarankan SKK Migas Gunakan Cara Ini

Rudiantara menambahkan, industri penyiaran sekarang sedang menuju ke arah digital dan potensinya luar biasa besar. “Nilainya sekitar US$39,9 miliar atau sekitar Rp 500 triliun dalam 7 tahun ke depan. Selain itu, akan terbuka lapangan pekerjaan baru, peningkatan pajak dari industri penyiaran digital. Ada kurang lebih 230.000 lapangan kerja baru dari industri penyiaran digital ini,” katanya. 

Kunjungi PT Inka Madiun, Moeldoko: Kereta LRT Palembang Siap Dikirim

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan