logo


PDIP Salahkan SBY Soal Kasus Korupsi E-KTP, Demokrat: Salah Alamat

Hasto Kristiyanto menyebut partainya bukan penguasa saat pembahasan proyek E-KTP.

23 Maret 2018 11:41 WIB

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dalam sidang pada hari Kamis (22/3), Setya Novanto (Setnov) sebut kader PDIP turut menikmati uang megakorupsi E-KTP. Namun, PDIP membantah pengakuan Setnov tersebut.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyebut partainya bukan penguasa saat pembahasan proyek E-KTP, hal itu menuai reaksi keras dari Partai Demokrat.

Pernyataan Hasto dinilai seolah menuduh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang bersalah.


Disebut Terima Aliran Dana E-KTP, PDIP: Tidak Benar, Kami Bersedia Diaudit

"Pernyataan PDIP menyusul apa yang disampaikan oleh mantan Ketua DPR RI Setya Novanto di persidangan kasus e-KTP, yang menyebut Puan Maharani dan Pramono Anung, kader utama PDIP, sebagai pihak yang menerima dana e-KTP, yang intinya menyalahkan pemerintahan Presiden SBY adalah aneh dan menggelikan," kata Sekretaris Jenderal Demokrat, Hinca Pandjaitan lewat keterangan tertulisnya, pada hari Jumat (23/3).

Maruarar: Yang Saya Tahu Puan dan Pranomo Jauh dari Korupsi

Halaman: 
Penulis : Uty Saifin Nuha