logo


DPR: Kiblat Riset Geothermal yang Semula Selandia Baru Bisa Beralih ke Indonesia

Agus menilai, sumber energi panas bumi Indonesia dinilai sangat melimpah dan kelak bisa menggantikan energi fosil yang akan habis.

23 Maret 2018 10:46 WIB

Ilustrasi pembangkit listrik tenaga panas bumi.
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga panas bumi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto, menyebut, Indonesia memiliki potensi menjadi pusat riset panas bumi dunia. Kondisi ini didukung berbagai daerah memiliki sumber energi geothermal. Dikatakan Agus, sejauh ini, Indonesia sendiri sudah menjalin kerja sama dengan Selandia Baru dan mendapat bantuan para periset geothermal negara Kiwi itu.

Agus mengungkapkan hal tersebut setelah menerima pakar geothermal Selandia Baru, Profesor Rosalind Archer di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (20/3) lalu.

"Kiblat riset geothermal yang semula Selandia Baru bisa beralih ke Indonesia," kata Agus Hermanto dalam keterangannya, Kamis (22/3) kemarin.


KESDM Buka Penawaran 4 Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi Panas Bumi

Agus menilai, sumber energi panas bumi Indonesia dinilai sangat melimpah dan kelak bisa menggantikan energi fosil yang akan habis.

Menurutnya, penelitian dan pemboran untuk ekplorasi panas bumi kelak akan dilakukan pemerintah untuk dijadikan dokumen tender, sedangkan pemboran untuk eksplorasi yang berisiko tinggi tak dilakukan lagi oleh pihak swasta atau pemenang tender.

Ia menuturkan bahwa dengan penelitian dan pemboran yang dilakukan pemerintah sendiri, diharapkan punya kepastian untuk eksplorasi karena selama ini investor enggan melakukan riset dan pemboran geothermal akibat biaya tinggi dan potensi gagal.

"Energi panas bumi selain ramah lingkungan juga merupakan energi yang tidak ada habisnya untuk dieksplorasi, berbeda dengan energi fosil yang diperkirakan bakal habis dalam jangka waktu 50 tahun ke depan," tuntasnya.

 

Teknologi Geo-Flow Imaging Tekan Biaya Eksplorasi Panas Bumi

Halaman: 
Penulis : Riana