logo


Data Facebook Bocor, Komisi I DPR: Indonesia Harus Punya UU Perlindungan Data Pribadi

Kharis menyebut, dalam kasus ini Facebook harus bertanggung jawab

23 Maret 2018 09:37 WIB

Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari.
Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari. mpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, mengaku sangat prihatin atas terjadinya kasus kebocoran data pengguna Facebook yang melibatkan Cambridge Analytica (CA) di Amerika.

“Saya amat prihatin, dan ini jelas-jelas melanggar privasi, kita tidak tahu dan tidak ada jaminan bagaimana dengan data pengguna Facebook di Indonesia" ujar Kharis di Jakarta, Kamis (22/3) malam.

Menurut Kharis, perusahaan besar seperti Facebook harusnya memiliki sistem pengamanan data yang aman sehingga pengguna Facebook yang berada di seluruh belahan dunia merasa nyaman dan tidak perlu khawatir bahwa data pribadi mereka tidak digunakan oleh pihak-pihak ketiga.


Orang Muda Ramai-ramai Tinggalkan Facebook dan Beralih ke sini

“Dalam kasus ini, Facebook harus bertanggung jawab. Selain menelusuri penyebab kebocoran, maka Facebook harus mampu memastikan bahwa ke depan tidak akan terulang kembali kejadian yang mencederai kepercayaan penggunanya,” tambahnya.

Dalam hal ini, Kharis menilai, Kementerian atau lembaga serta Perusahaan di Indonesia yang menyimpan data pribadi masyarakat harus dapat mengambil pelajaran penting dari kejadian kebocoran data pengguna Facebook, dengan memastikan memiliki sistem pengamanan data aman dan mampu mengelola akses data tersebut dengan baik serta menghindari adanya akses dari pihak yang tidak berkepentingan.

Politisi PKS ini mengatakan bahwa Indonesia harus segera memiliki Undang-undang Perlindungan Data Pribadi, hal tersebut untuk mencegah berbagai ancaman/bahaya penyalahgunaan atau kebocoran data pribadi.

“Komisi I DPR RI mendesak Kemkominfo untuk mengusulkan RUU Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) sebagai RUU Prioritas Usul Inisiatif Pemerintah Tahun 2018,” pungkasnya.

 

Data Pribadi Pengguna Facebook Bobol, Mark Zuckerberg Akhirnya Angkat Suara

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana