logo


Paus Fransiskus Tegaskan Prostitusi sebagai Bentuk Penyiksaan pada Wanita

Paus Fransiskus menyebut prostitusi sebagai bentuk penyiksaan saat menghadiri sebuah sesi dengar pendapat dengan 300 orang pemuda di Vatikan.

20 Maret 2018 21:43 WIB

Paus Fransiskus.
Paus Fransiskus. google

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemimpin umat Katolik dunia, Paus Fransiskus dalam sebuah agenda sosial di Vatikan pada Minggu (18/3/2018), mengatakan bahwa pria yang pernah memanfaatkan jasa prostitusi sebagai kriminal dan sakit mental karena menganggap wanita ada untuk dieksploitasi.

"Prostitusi Bukanlah kegiatan bercinta. Ini menyakiti wanita. Jangan diputarbalikkan maknanya," jelas Paus kelahiran Argentina itu, sebagaimana dilansir ABC News pada Selasa (20/3/2018).

Kecaman terhadap isu prostitusi itu diungkapkan oleh Paus Fransiskus saat menghadiri sebuah sesi dengar pendapat dengan 300 orang pemuda di Vatikan.


Tempat Prostitusi Terselubung Masih Banyak, Ini Alasan Sandi Belum Berencana Menindak

Sesi intim itu dimaksudkan sebagai forum untuk para pemimpin gereja, dalam mendengar keluh kesah kelompok usia muda tentang Gereja Katolik.

Pertemuan ini juga menjadi persiapan sinode uskup besar yang akan digelar pada Oktober mendatang, di mana bertujuan membantu kelompok usia muda mendapatkan panggilan hidup mereka.

"Kaum muda harus ditanggapi dengan serius," tegas Paus Fransiskus.

Nicholas Lopez, seorang pimpinan perguruan tinggi dari Texas, Amerika Serikat (AS), memberi tahu Paus bahwa kaum muda hari ini menghadapi rasisme, kemiskinan dan kekerasan yang lebih personal sifatnya.

Sementara itu, Angela Markas dari Australia, mengatakan bahwa kelompok usia muda banyak yang ingin berdiskusi dengan pihak gereja tentang isu seksual, ketertarikan sesama jenis, dan peran wanita di lingkup sosial.

Prostitusi menjadi salah satu isu yang cukup kuat dibahas dalam pertemuan itu, karena Vatikan telah menerima cukup banyak laporan tentang praktik terkait yang berkaitan dengan perdagangan manusia. Laporan UN Women terbaru -- yang diterbitkan pada 2007 -- memperlihatkan bahwa angka laporan kasus prostitusi terselubung meningkat lebih dari 48 persen sejak dekade 1980-an.

Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Tengah adalah tiga kawasan paling rawan terhadap kasus terkait, yang biasanya bertalian erat dengan isu perdagangan manusia.

Diduga Ada Praktik Prostitusi di 4Play, Anies Lakukan Hal Ini

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas