logo


Gelar Musrenbangwil, DPRD Jateng Sampaikan 7 Prioritas Pembangunan

Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrembangwil) dan Pameran Produk Unggulan eks Karisidenan Surakarta

20 Maret 2018 17:26 WIB

Musrenbangwil dan Pameran Produk Unggulan eks Karisidenan Surakarta, Sragen, Selasa (20/3)
Musrenbangwil dan Pameran Produk Unggulan eks Karisidenan Surakarta, Sragen, Selasa (20/3) Jitunews/Aurora

SRAGEN, JITUNEWS.COMPemerintah Daerah Kabupaten Sragen menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrebangwil) dan Pameran Produk Unggulan eks Karisidenan Surakarta. Acara ini dihadiri oleh Plt Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmiko, bupati dan walikota di wilayah karisidenan Surakarta, serta anggota DPRD Jawa Tengah. Di awal acara, diadakan penyerahan 5 kursi roda kepada para difabel yang hadir dalam acara tersebut. 

Dalam Musrenbangwil ini, anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah, Hadi Santoso memaparkan 7 pokok pikiran DPRD Jateng yang hasil dari reses masa sidang 3 tahun 2017. Antara lain peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, peningkatan kualitas kapasitas infrastruktur desa dan daerah perbatasan, banyak keluhan mengenai jalan di perbatasan, pengawasan dan pengendalian pertambangan untuk menjaga kelestarian lingkungan, peningkatan kesejahteraan pekerja, pembangunan pertanian, dan potensi wisata lokal.

"Ada beberapa hal yang menjadi tekanan dalam DPRD, yang pertama peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Sebagian besar berharap pendidikan 12 tahun bagi masyarakat khususnya bagi SMA dan SMK di beberapa daerah sudah gratis," ujar Hadi Santoso di Rumah Dinas Bupati Sragen, Sragen, pada hari Selasa (20/3).


DPRD Kalbar: Oknum Aparat Bekingi Perusahaan, Laporkan!

Pemaparan Hadi tersebut kemudian di respon oleh Plt Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmiko. Menurutnya, pendidikan harus bisa mengayomi semua lapisan masyarakat.

"Tadi DPRD menyampaikan 7 pokok pikiran, yang pertama pendidikan dari dewan berharap sekaligus mendukung pendidikan di Jawa Tengah bisa di-manage lebih baik, mengaruh pada pendidikan yang sifatnya inklusif yang bisa mengayomi semua, termasuk yang miskin, termasuk yang difabel, termasuk yang tidak pinter," ucap Heru Sudjatmiko di kesempatan yang sama.

Ironis, di Jawa Tengah Masih Ditemukan Kasus Gizi Buruk

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata