logo


Copot Mahyudin, Pengamat Menilai Airlangga 'Sapu Bersih' Loyalis Setya Novanto

Golkar juga mengganti ketua fraksi di DPR dari Robert J Kardinal ke Melchias Mekeng.

20 Maret 2018 09:22 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di pembukaan Mukernas Kosgoro 1957.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di pembukaan Mukernas Kosgoro 1957. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mahyudin dicopot dari posisi wakil ketua MPR oleh partainya, Golkar. Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto disebut-sebut bakal menggantikan posisinya di kursi pimpinan MPR.

Apa sebenarnya maksud Airlangga Hartarto? Apakah Ketum Golkar tersebut tengah 'menyapu bersih' jabatan strategis dari para loyalis Setya Novanto (Setnov)?

Bukan hanya Mahyudin yang akan dicopot. Usai Airlangga terpilih sebagai ketum, Golkar juga mengganti ketua fraksi di DPR dari Robert J Kardinal ke Melchias Mekeng.


OSO: Mahyudin Orangnya Baik, kok

Keduanya, Mahyudin dan Mekeng diketahui merupakan loyalis Novanto yang kini menjadi terdakwa kasus korupsi e-KTP.

"Jadi memang penggeseran Pak Mahyudin di posisi wakil ketua MPR dan beberapa waktu lalu ketua fraksi Robert J Kardinal, sulit untuk dibaca hanya sebagai rotasi biasa," ujar Direktur Eksekutif Media, Rico Marbun kepada wartawan, pada hari Senin (19/3) malam.

Rico mengingatkan, kursi ketua DPR yang kini diisi oleh Bambang Soesatyo (Bamsoet) juga tak terlepas dari cara Airlangga untuk mengamankan posisi jabatan strategis. Bamsoet pun dinilai sebagai 'orangnya' Airlangga.

Bila tak bermanuver mengisi posisi penting dengan menempatkan loyalisnya, Airlangga dinilai bisa 'memiliki satu kaki' di parlemen.

"Dua tokoh itu jelas lebih dekat ke ketum lama, Pak Novanto. Jadi wajar seiring waktu langkah taktis dari ketum baru mengganti ketua fraksi dan bahkan lebih jauh lagi berusaha mengganti wakil ketua MPR," tuturnya.

Namun, Rico menilai manuver Airlangga dilakukan dengan serampangan. Pasalnya, cara seperti ini akan menimbulkan konflik internal baru di tubuh Golkar.

"Jika dilakukan secara serampangan, langkah Airlangga hanya akan membangkitkan konflik lama dalam tubuh Golkar beberapa tahun belakangan," ucap Rico.

"Jadi bisa saja manuver Airlangga ini menghentikan jeda friksi politik yang tadinya dianggap berhenti oleh politik akomodasi sesaat," imbuhnya.

Rico menilai, Golkar akan kembali terseret dalam perpecahan bila Mahyudin terus melakukan perlawanan. Hal itu bisa berdampak pada pileg yang akan berlangsung sebentar lagi.

Mahyudin Sebut Tawaran Airlangga, Bulshit!

Halaman: 
Penulis : Uty Saifin Nuha