logo


PLTMG Ternate 30 MW Mulai Beroperasi

PLTMG Ternate menggunakan bahan bakar ganda, yakni gas alam cair (liquid natural gas/LNG) dan minyak.

19 Maret 2018 10:46 WIB

Ilustrasi PLTMG
Ilustrasi PLTMG beritadaerah.co.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PT PLN (Persero) mulai mengoperasikan pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) di Ternate, Maluku Utara. Kali ini, PLTMG yang dioperasikan memiliki kapasitas sebesar 30 megawatt.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka di Jakarta, mengatakan, pembangkit bergerak (mobile power plant/MPP) yang masuk program 35.000 mw tersebut telah memenuhi pasokan listrik sistem Ternate Tidore.

"Pembangkit MPP dengan mesin gas ini merupakan jenis, yang pembangunannya tergolong cepat, karena hanya membutuhkan waktu 6-7 bulan saja. Seperti PLTMG Ternate ini konstruksinya rampung pada Oktober 2017 setelah kontrak pembangunan efektif berlaku April 2017," beber Made, Minggu (18/3).


Jokowi Resmikan Program Lisdes di 74 Desa dan 2 PLTMG di Papua

Menurut Made, setelah konstruksi pembangkit selesai, tahapan selanjutnya adalah menguji beban sebelum dinyatakan layak beroperasi.Dari empat unit mesin pembangkit, tiga di antaranya memperoleh sertifikat laik operasi (SLO) pada Desember 2017 dan satu sisanya Februari 2018.

Diketahui, PLTMG Ternate menggunakan bahan bakar ganda, yakni gas alam cair (liquid natural gas/LNG) dan minyak.

Made melanjutkan, PLN akan terus mengupayakan pemerataan akses listrik khususnya di wilayah Indonesia Timur.Saat ini, beban puncak sistem Ternate Tidore sebesar 32,49 mw, sedangkan daya mampu 59,3 mw.

"Hal ini berarti terdapat cadangan daya 45% untuk sistem Ternate Tidore," paparnya.

Program 35.000 mw yang dikerjakan pemerintah adalah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mendorong munculnya kawasan industri baru.Bagi PLN, program 35.000 mw terutama mengatasi defisit pasokan daya.Menurut dia, dengan tambahan pembangkit baru, akan semakin membuat pasokan listrik lebih andal.

Lebih dari itu, lanjut Made, program 35.000 mw juga bertujuan pemerataan pemenuhan listrik di seluruh Indonesia, sehingga mampu menaikkan angka rasio elektrifikasi nasional menjadi 97% pada 2019.

PLTMG di Bintan Terlambat Beroperasi, PLN: Kami Rugi Rp 15 Miliar

Halaman: 
Penulis : Riana