logo


Sarankan Pilih Cawapres Tokoh Islam, Gus Sholah: Kalau Tidak, Pemilihnya Akan berkurang

Jokowi bisa memilih tokoh Islam dari partai politik atau nonparpol

18 Maret 2018 08:53 WIB

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH. Salahuddin Wahid atau Gus Solah.
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH. Salahuddin Wahid atau Gus Solah. Istimewa

JOMBANG, JITUNEWS.COM - Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid menyebut Joko Widodo harus menggandeng tokoh Islam sebagai di Pilpres 2019 nanti. Menurutnya, jika bukan dari tokoh ISlam makan pemilih Jokowi bisa berkurang.

"Saya kira begitu. Kalau bukan dari Islam pemilih Pak Jokowi bisa jauh berkurang," ungkap Gus Sholah, di Jombang, pada hari Sabtu (17/3).

Ia mengatakan, Jokowi bisa memilih tokoh Islam dari partai politik atau nonparpol.


Anies Digadang-gadang Maju Pilpres, Sandiaga: Survei Internal Saya Sih Enggak

"Banyak pilihan. Dari parpol misalnya Rommy (ketua umum PPP M Romahurmuziy), ia calon yang baik. Dari luar parpol misalnya Pak Mahfud MD, juga calon yang baik," katanya.

Menurutnya, pemilihan cawapres yang tepat akan menentukan kemenangan Jokowi di Pilpres 2019.

"Calon ketiga sulit untuk diwujudkan. Jadi tinggal siapa yang jadi pendamping dua calon itu. Masih ada waktu beberapa bulan untuk menentukan," ujarnya.

Meski begitu, Gus Sholah tidak setuju jika hanya ada calon tunggal di Pilpres 2019.

"Calon tunggal kurang bagus bagi demokrasi," ujar Gus Sholah.

AHY Ajak Generasi Muda Aktif Berpolitik

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata