logo


AHY Masuk Bursa Pilpres, Pengamat: Sudah Adakah Karya Dia untuk Rakyat Indonesia?

Sejauh ini, Emrus melihat, kiprah AHY masih sebatas retorika tanpa karya yang nyata.

17 Maret 2018 18:00 WIB

Agus Harimurti Yudhoyono.
Agus Harimurti Yudhoyono. Instagram @agusyudhoyono

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat komunikasi politik nasional, Emrus Sihombing, menilai, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) belum memiliki modal yang cukup untuk masuk dalam jajaran capres dan cawapres di Pilpres 2019.

“Menjadi capres atau cawapres harus memiliki pengalaman sebagai pemimpin di masyarakat dengan segudang prestasi yang telah ditorehkan. Sudah adakah karya AHY untuk rakyat Indonesia?," beber Emrus, saat dikonfrimasi, Jumat (16/3).

Sejauh ini, Emrus melihat, kiprah AHY masih sebatas retorika tanpa karya yang nyata.


Sanksi Berat Menanti Ferdinand, Demokrat: Jokowi Itu Tamu Khusus AHY

"Jadi belum ada tindakan yang riil meningkatkan kesejahteraan atau taraf hidup masyarakat. Ini kan selama ini dia posisinya masih retoris, mendengar, menyampaikan, mendekati, action mana dong?," tutur Emrus.

Soal pengalaman AHY di dunia militer, Emrus menyebut itu juga tidak cukup menjadi modal untuk menjadi capres atau cawapres. Sebab, AHY memutuskan mundur dari TNI dengan pangkat mayor, bukan seorang pensiunan berpangkat Jenderal.

"Menurut saya seharusnya dia itu berkarir dulu sebagai TNI. Karena militer itu profesi panggilan jiwa, artinya nyawanya dipertaruhkan, membela NKRI, tapi ini saja tidak ia tuntaskan, ya walaupun itu hak dia ya," ujar dia.

Lebih jauh, Emrus juga menyinggung karir politik putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), itu yang baru terjun ke dunia politik, namun langsung diberikan kesempatan masuk dalam berbagai kontestasi, dapat menimbulkan kecemburuan sosial politisi senior di Demokrat.

"Yang berikutnya dia kan pendatang baru, sementara Partai Demokrat sudah didirikan lebih dari 10 tahun yang lalu, apakah kader lama rela secara hati yang paling dalam?," tanya Emrus.

"Karena kader lama bisa saja bilang 'Aku sudah bekerja bla, bla, kau baru saja datang sudah calon gubernur dan sekarang mau ikut capres cawapres?' Ini kan bisa menimbulkan kecemburuan sosial," pungkasnya.

Emrus pun lantas menyinggung soal kiprah AHY di kontestasi Pilkada DKI 2017 lalu, dimana AHY yang maju sebagai calon gubernur, langsung tersingkir diputaran pertama.

"Kita lihat di DKI, katanya DKI adalah etalase, Indonesia cermin Indonesia, tapi putaran pertama saja kalah," tutup Emrus, seperti diwartakan NNC.

Jaring Kandidat Cawapres Jokowi, PDIP Dalami AHY, Puan, Hingga Zulhas

Halaman: 
Penulis : Riana