logo


Setuju KPK Umumkan Status Tersangka Cakada, Bawaslu: Masyarakat Seperti Beli Kucing dalam Karung

Dalam rapat yang digelar antara penyelenggara pemilu dengan Menkopolhukam Wiranto ada pembahasan mengenai calon kepala daerah yang menjadi tersangka

17 Maret 2018 10:49 WIB

Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar
Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COMAnggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mendukung KPK untuk melanjutkan proses hukum calon kepala daerah (cakada) yang akan maju di Pilkada 2018.

"Kami dari segi Bawaslu, kami keberatan apabila ada proses penundaan. Dalam rangka pemilihan masyarakat harus tahu siapa yang akan mereka pilih. Ini kan masyarakat seperti beli kucing dalam karung," kata Fritz dalam sebuah diskusi di Warung Daun, Cikin, Jakarta Pusat, pada hari Sabtu (17/3).

Dalam rapat yang digelar antara penyelenggara pemilu dengan Menkopolhukam Wiranto ada pembahasan mengenai calon kepala daerah yang menjadi tersangka. Namun, tidak ada pembahasan mengenai penundaan proses hukum terhadap calon kepala daerah.


KPK Ajak Para Calon Kepala Daerah Berani Menjaga Integritas

"Hari itu saya hadir dengan Pak Abhan kita banyak bahas berbagai macam isu misal terkait kesiapan kertas suara, kesiapan penyelenggara pemilu dalam menyambut pilkada. Ada juga isu dari keinginan ketua KPK yang dibahas. Tapi tidak ada pengambilan keputusan. Karena itu sifatnya reporting kepada Menko Polhukam," ujarnya.

"Kami tidak pernah meminta pernyataan tersebut. Itu bisa kami tegaskan dari muka kami yang saling berpandang-pandangan," imbuhnya.

KPK Buat Peraturan Soal Lelang Barang Sitaan Tanpa Izin Tersangka

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata