logo


Tolak Imbauan Wiranto, KPU: Biar Jadi Pembelajaran untuk Parpol

Jika tren pengumuman status tersangka oleh KPK terus berlanjut akan mengurangi potensi lahirnya cakada yang bermasalah

16 Maret 2018 15:23 WIB

Calon Komisioner KPU Arief Budiman.
Calon Komisioner KPU Arief Budiman. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COMKetua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman menolak imbauan Menkopolhukam Wiranto mengenai penundaan status tersangka para calon kepala daerah (cakada) Pilkada 2018.

Arief menyebut, pengumuman tersangka diperlukan untuk memberikan pembelajaran kepada pemilih untuk menentukan pilihan. Menurutnya, jika pengumuman status tersangka oleh KPK terus berlanjut akan mengurangi potensi lahirnya cakada yang bermasalah.

"Saya menilai ini sudah cukup. Ini biar menjadi pembelajaran bukan hanya KPU dan pemilih, tapi stakeholders yang lain. Saya yakin kalau tren ini tetap, potensi memilih cakada bermasalah, ini bisa-bisa turun, tapi kalau dibuka ini (cakada bermasalah) bisa naik," ujar Arief di media centre KPU, Jakarta Pusat, pada hari Jumat (16/3).


Soal Imbauan Wiranto, Jokowi: KPK Independen

Menurutnya, penetapan tersangka menjadi sanksi yang tepat. Nantinya, partai politik akan berhati-hati mengusung calonnya yang ingin maju menjadi kepala daerah.

"Kita mau jadikan peristiwa ini sebagai sebuah pembelajaran atau sebuah hukuman. Saya memandang regulasi ini cukup, kenapa? Calon enggak bisa kampanye, karena dia ditahan. Parpol tersandera tentu citranya kena karena calon yang diusung menjadi tersangka, ya biarin saja. Hati-hati mengusung seseorang," ujar Arief.

Pernyataannya Jadi Kontroversi, Wiranto: Jangan Adu Pemerintah dengan KPK

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata