logo


Gerindra Sudah Tutup Pintu, Gatot: Apabila Rakyat Memanggil, Matipun Saya Rela

Nama Gatot sudah masuk di berbagai survei Pilpres 2019. Modal mantan Panglima TNI ini juga disebut-sebut cukup besar hingga mengalahkan Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

16 Maret 2018 14:15 WIB

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kabar Jenderal Gatot Nurmantyo akan maju di Pilpres 2019 sudah beredar lama. Gatot hingga saat ini memang masih prajurit aktif TNI dan akan pensiun pada akhir Maret 2018.

Gatot pun baru akan memberikan sinyal kepastian maju jelang masa purnawirawan.

Kabar teranyar, Partai Gerindra sudah menutup pintu bagi Gatot untuk Pilpres 2019. Bagaimanakah dia akan berikan sinyal maju capres?


Soal Gatot Nurmantyo Maju Pilpres, PKB: Harus Dapat Dukungan Partai

"Kita lihat nanti. Apabila rakyat menghendaki, lain ceritanya," kata Gatot di acara di salah satu televisi swasta, yang disiarkan langsung pada hari Rabu (14/3).

Berkali-kali Gatot menegaskan dirinya kini masih berstatus prajurit TNI aktif.

Gatot Nyapres, Pengamat Militer: Terlalu Dini

"Sekarang saya masih menjadi seorang prajurit. Tetapi ya, apabila rakyat menginginkan, itu menjadi tanggung jawab," kata Gatot menjawab pertanyaan soal kesiapannya menjadi capres.

Sudirman Said Tak Pilih Prabowo? Alasannya...

"Apabila rakyat dan negara memanggil, mati pun saya rela."

Suka Mengantuk di Siang Hari? Waspadai Penyakit Ini

Nama Gatot sudah masuk di berbagai survei Pilpres 2019. Modal mantan Panglima TNI ini juga disebut-sebut cukup besar hingga mengalahkan Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Dirut Dharma Jaya Mengajukan Pengunduran Diri, Anies: Mundur Saja, Tak Ada Orang yang Tak Bisa Diganti

"Perkiraan saya, nggak usah disebutkanlah, Gatot uangnya banyak, melebihi uang Prabowo," ujar Kivlan Zen.

Tak Penuhi Tantangan Bermubahalah, Fahri: Negara Kita Punya Hukum Keperdataan

Hanya saja untuk bisa maju, Gatot harus mengantongi tiket dukungan parpol. Ini mengingat syarat ambang batas capres seperti yang diamanatkan dalam UU Pemilu. Syarat untuk maju sebagai pasangan capres-cawapres harus memenuhi presidential threshold 20-25 persen.

Gatot Nyapres, Pengamat Militer: Terlalu Dini

Halaman: 
Penulis : Uty Saifin Nuha
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex