logo


Pernyataannya Jadi Kontroversi, Wiranto: Jangan Adu Pemerintah dengan KPK

Wiranto menegaskan tak pernah mengintervensi kepada KPK

15 Maret 2018 19:29 WIB

Menko Polhukam Wiranto.
Menko Polhukam Wiranto. setkab.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COMPernyataan Menkopolhukam Wiranto kepada KPK untuk menunda status tersangka calon kepala daerah menuai pro dan kotra. Wiranto mengatakan bahwa pernyataannya tersebut berupa imbauan bukan permintaa.

"Jangan kata-katanya minta. Imbau," kata Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (15/3).

Ia menegaskan tak pernah mengintervensi kepada KPK. Wiranto meminta jangan ada pihak yang mengadu antara pemerintah dengan KPK.


Soal Imbauan Wiranto, Gerindra: Tak Boleh Menghentikan Proses Hukum KPK

"Yang penting kita tahu bahwa akan ada kerawanan, itu kita netralisir bersama. Jangan diadu pemerintah dan KPK. Seakan pemerintah intervensi. Tidak ada yang intervensi," lanjutnya.

Ia menghormati KPK untuk menangkap para koruptor.

"Kita dukung itu. Tapi kalau ditunda sedikit saja waktunya, tidak akan menimbulkan kegaduhan. Jadi jangan sampai ini diributkan. Saya nanti datang ke KPK juga enggak ada masalah, saya bicarakan baik-baik," ucap Wiranto.

Diketahui, Wiranto mengimbau KPK untuk menudna penyelidikan, penyidikan dan pengajuan calon kepala daerah sebagai saksi dan tersangka. Hal tersebut dimaksudkan agar Pilkada Serentak 2018 tidak terganggu.

"Ditunda dahululah penyelidikannya, penyidikannya, dan pengajuan dia sebagai saksi dan sebagai tersangka," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (12/3).

"Risiko dengan dia dipanggil sebagai saksi atau tersangka itu akan bolak-balik KPK, berpengaruh pada perolehan suara. Itu pasti akan berpengaruh terhadap pencalonannya," terang Wiranto.

Soal Imbauan Wiranto, Jokowi: KPK Independen

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata