logo


Protes, Jaksa KPK Keberatan dengan Gerakan Tangan Fredrich

Jaksa Roy meminta hakim ketua Saifuddin agar memberikan teguran kepada Fredrich jika kembali melakukan gerakan yang dinilai melecehkan

15 Maret 2018 14:41 WIB

Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.
Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COMDi persidangan, penuntut umum KPK menyatakan keberatannya terhadap gestur tubuh Fredrich Yunadi. Jaksa menilai gestur tubuh Fredrich melecehkan mereka.

"Kami selaku JPU sangat keberatan dengan perilaku terdakwa. Tadi yang saya lihat, terdakwa menggunakan anggota tubuhnya seperti ini (menyilangkan tulunjuk kanannya di depan dahi) ketika JPU akan bertanya," ujar jaksa Roy Riady kepada hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, pada hari Kamis (15/3).

Jaksa Roy menyebut gestur tersebut dilakukan oleh Fredrich saat pihaknya memberikan sejumlah pertanyaan kepada dokter RS Medika Permata Hijau, Alia Shahab yang dihadirkan sebagai saksi. Jaksa Roy meminta hakim ketua Saifuddin agar memberikan teguran kepada Fredrich jika kembali melakukan hal tersebut.


Soal Imbauan Wiranto, Jokowi: KPK Independen

"Saya harap jika ada perbuatan terdakwa yang tidak patut, kami mengingatkan agar ketua majelis mengingatkan terdakwa. Bila perlu terdakawa dikeluarkan dari ruangan persidangan ini," ucapnya.

Selain itu, Roy juga merasa keberatan dengan sikap penasihat hukum Fredrich yang selalu memotong pertanyaan jaksa ketika jaksa sedang bertanya kepada saksi.

"Yang kedua, apabila pertanyaan JPU seandainya memang dianggap keberatan oleh penasihat hukum bisa disampaikan kepada majelis, bukan melakukan gerakan-gerakan tubuh yang bisa melecehkan kami di sini, terima kasih, Yang Mulia," ujar Roy.

Haki Saifuddin lalu menyampaikan hal tersebut dan meminta agar hal tersebut tak diulangi kembali. Kemudian pihak kuasa hukum Fredrich meminta maaf atas gerakan tangan kliennya dan juga menyalahkan penuntut umum. Kuasa hukum Fredrich, Supriyanto Refa mengatakan, penuntut umum terlihat tertawa-tawa saat persidangan.

"Mohon maaf tadi ada gerakan tangan terdakwa. Tapi tadi penuntut umum juga ketawa-ketawa, jadi sama saja," kata Sapriyanto.

Fredrich: Kalau Saya Tidak Datang Sidang, Berarti Saya Ngaku Salah

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata