logo


Pengamat: Pak Jokowi Saya Sarankan Fokus Pada Janji-janji Politik

Hendri mengatakan yang harus dipikirkan sekarang adalah bagaimana melunasi janji-janji politik Jokowi.

14 Maret 2018 09:11 WIB

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato saat peringatan Dies Natalis ke-68 Uiversitas Gajah Mada, Selasa (19/12).
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato saat peringatan Dies Natalis ke-68 Uiversitas Gajah Mada, Selasa (19/12). Biro Pers Setpres

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sebaiknta pihak Istana  tak menggunakan fasilitas negara untuk pencapresan Presiden Jokowi. Himbauan ini disampaikan oleh pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio. Hendri mengatakan yang harus dipikirkan sekarang adalah bagaimana melunasi janji-janji politik Jokowi.

"Orang-orang lingkaran Pak Jokowi, jangan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan elektabilitas Jokowi sendiri. Harus tahu batasan-batasan yang mana yang boleh menggunakan fasilitas negara, mana yang tidak boleh. Kedua, Pak Jokowi saya sarankan lebih fokus janji-janji politik yang nawacita itu," kata Hendri pada hari Selasa (13/3).

Hendri pun mengingatkan Jokowi supaya memantau orang-orang di sekelilingnya. Hendri menilai Jokowi bisa memilih sendiri mana yang baik menjadi pendamping untuk dirinya.


Sudah 30 Hari Direvisi, Bagaimana Nasib UU MD3?

"Menurut saya Pak Jokowi perlu pantau Pratikno (Mensesneg) dan Luhut (Menko Kemaritiman). Karena sebetulnya dia (Jokowi) punya kemampuan untuk menseleksi cawapresnya sendiri, nggak perlu bantuan orang lain juga," teranf Hendri.

Luhut sebelumnya menyebut nama Pratikno sebagai pihak yang mengurus pemilihan cawapres Jokowi. Dia mengaku tak tahu menahu soal urusan itu.

"Itu urusan Pak Mensesneg. Saya kan ndak urusi begitu-begitu," ujar Luhut di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, kemarin.

Pratikno pun membantah pernyataan Luhut. Namun, Pratikno tak memungkiri bahwa dia ikut menelaah soal kriteria cawapres.

"Ini bukan tim segala macam segitu. Telaah gitu saja. Ini bukan tim segala macam segitu. Itu malah teman-teman di luar itu yang banyak saya dengar-dengar. Katanya ada studi segala macam. Saya dengar itu," tutur Pratikno.

Sebut Bangkitkan Orde Baru Sah-sah Saja, Fadli Zon: Yang Enggak Boleh Hidup Itu PKI

Halaman: 
Penulis : Uty Saifin Nuha