logo


Sebut Bangkitkan Orde Baru Sah-sah Saja, Fadli Zon: Yang Enggak Boleh Hidup Itu PKI

"Kalau ada orang-orang mempunyai semangat memperbaharui di masa lalu kan sah-sah saja kan."

14 Maret 2018 10:00 WIB

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Gerindra menilai sah-sah saja jika muncul orang-orang yang ingin mengembalikan semangat Orde Baru rezim Presiden Soeharto. Menurutnya, demokrasi memperbolehkan hal itu terjadi. 

Fadli mengatakan bahwa hal yang sama sekali tidak boleh adalah kebangkitan kembali Partai Komunis Indonesia (PKI). Pernyataan ini menanggapi isu kebangkitan Orde Baru yang belakangan ramai diperbicangkan.

Hal itu ditandai dengan masuknya Partai Berkarya besutan putra Tommy Soeharto, putra Soeharto sebagai peserta pemilu. 


Pengamat: Jika Demokrat dengan Jokowi, PKS dan Gerindra Justru Tak Perlu Merasa Kehilangan

"Kalau ada orang-orang mempunyai semangat memperbaharui di masa lalu kan sah-sah saja kan. Kita di era demokrasi sah-sah saja. Yang gak boleh hidup itu namanya PKI," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, pada hari Selasa (13/3).

Menurut Fadli secara hukum PKI telah dilarang dengan TAP MPRS No. 25 Tahun 1966. Karena itu menurut dia harus dilarang keras. Namun, kalau hanya bawa semangat Orba atau Orla sekalipun tak ada masalah sama sekali.

"Kalau partai lain punya semangat-semangat lain apalagi kita punya ketentuan Pancasila UU 45 sah-sah saja dari mana pun apakah mau membawa semangat orba bawa semangat orla ya terserah aja," ujarnya.

Namun, di sisi lain Fadli memiliki penilaian berbeda. Fadli melihat sesungguhnya masalah isu orba ini bukan dimunculkan karena mendekati pemilu. Namun, ada keresahan di masyarakat dengan kepemimpinan Joko Widodo.

"Saya melihat bukan masalah orbanya tapi kepemimpinannya. Masyarakat membutuhkan dan menginginkan kepemimpinan yang jelas kepemimpinan yang kuat bukan kepemimpinan yang gak jelas gitu loh yang mau dibawa kemana," pungkasnya.

Partai Berkarya: Waktu Mepet Untuk Meladeni Suara-suara Sumbang

Halaman: 
Penulis : Uty Saifin Nuha