logo


Fahri Hamzah Sebut KPK Gagah Berani dan Beberkan Kehebatan-kehebatannya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana mengumumkan calon kepala daerah yang menjadi tersangka. Langkah itu menuai beragam respon dari berbagai pihak.

14 Maret 2018 06:50 WIB

Fahri Hamzah.
Fahri Hamzah. Dok. Fahrihamzah.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana mengumumkan calon kepala daerah yang menjadi tersangka. Langkah itu menuai beragam respon dari berbagai pihak.

Setelah Menkopolhukam Wiranto mengimbau supaya KPK menunda rencana itu, kini giliran Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang memberikan tanggapan. Melalui akun Instagramnya @fahrihamzah, ia mengirimkan surat kepada KPK.

"Ini surat kepada KPK yang selalu gagah berani membuat norma baru dalam hukum negara. Mereka akan mengumumkan calon tersangka pilkada. Hebat luar biasa," tulis Fahri.


Dilaporkan Karena Menyebar Ujaran Kebencian, Fahri: Itu Merupakan Gizi dalam Berdemokrasi

Fahri lantas membeberkan 'kehebatan-kehebatan' KPK lainnya sejak awal pemerintahan Jokowi-JK. Mulai dari melakukan seleksi nama anggota kabinet dengan memberikan warna merah, kuning, dan hijau sebagai tanda seberapa dekat seseorang bisa jadi tersangka.

"Jadilah kabinet @jokowi - @Pak_JK berubah nama," lanjut Fahri.

Nama-nama mereka yang diberikan stempel warna tersebut kemudian menyebar ke publik. Ternyata, nama-nama itu tak muncul jadi tersangka.

"Tapi @KPK_RI tanpa rasa bersalah tak mau membuat koreksi atas nasib orang yang hancur namanya; gagal jadi menteri dan rusak nama," tulis Fahri.

Berikutnya, saat KPK meminta pembatalan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri, meskipun namanya sudah masuk Komisi III lalu disahkan paripurna. Namun, BG tetap menjadi tersangka setelah eksekutif dan legislatif meloloskannya.

"Karena dijadikan tersangka @KPK_RI lalu BG melakukan praperadilan (uji judikatif) lalu menang. Apa tanggung jawab KPK setelah BG digagalkan jadi Kapolri? Mereka diam saja," tulis Fahri.

ICW Minta KPK Abaikan Permintaan Wiranto, Ini Alasannya

Halaman: 
Penulis : Uty Saifin Nuha