logo


Kisah Masa Kecilnya Bakal Difilmkan, Ganjar Pranowo: Saya Merasanya Biasa Saja

"Ya niatnya bikin semacam web series."

14 Maret 2018 08:30 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. dok. sayangi.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Buku yang bertajuk 'Anak Negeri' bakal difilmkan. Ya, buku ini diluncurkan pada akhir Januari lalu. Alur cerita dalam film nanti, sejalan dengan yang ada dalam isi buku yakni menceritakan tentang kisah masa kecil Ganjar Pranowo.

Diproduksi sekitar 1,5 bulan, film ini sekarang sudah hampir selesai. "Jadi film ini kami buat per chapter, total ada 10 chapter, masing-masing mengisahkan dari masa kecil pak Ganjar SD di Tawangmangu, pindah ke Kutoarjo sampai lulus kuliah di Yogya," kata Andika Prabhangkara, produser film Anak Negeri, pada hari Selasa (13/3).

Pada tiap chapter film ini berdurasi sekitar 10 menit. Film akan ditayangkan per chapter lebih dulu di media sosial Youtube. "Ya niatnya bikin semacam web series," kata sang sutradara, Mirwan Arfah.


Soal Kasus Korupsi e-KTP, Ganjar: Sudahlah Hentikan Fitnah Itu

Sedangkan untuk versi Youtube akan diluncurkan dalam waktu dekat. Sedangkan versi utuh yang menggabungkan seluruh chapter akan diputar sebulan ke depan di sejumlah daerah di Jateng dengan menyasar wilayah pinggiran.

"Sebanyak 10 chapter kalau ditotal ada 100 - 120 menit, sudah seperti film utuh. Kami punya pop cinema, mungkin kayak layar tancap tapi formatnya digital semua jadi kualitas gambarnya bisa maksimal," katanya.

Andika menceritakan, niatan membuat film muncul ketika dirinya dan beberapa kawan menghadiri peluncuran buku 'Anak Negeri' di Boyolali. Setelah membaca buku tersebut, menurutnya cerita dan pesan moralnya sangat kuat untuk menginspirasi anak bangsa.

Awalnya pihaknya ingin membuat film format layar lebar. Namun karena keterbatasan waktu dan dana, akhirnya diputuskan web series yang dipilih.

Waktu yang singkat membuat Andika dan timnya bekerja nyaris tanpa istirahat. Untuk meminimalkan biaya, lokasi pengambilan gambar dipilih di Sleman. Terutama di sekitar Turi, Pakem, dan Ngaglik.

Sedangkan para pemeran utama sekitar 10 orang dan figuran sekitar 25 orang berasal dari komunitas teater Yogyakarta. Mirwan mengakui pihaknya sedikit berkompromi dengan detil.

"Beberapa detil tidak mampu kami kejar, pemeran pak Ganjar misalnya mungkin tidak mirip, kondisi rumah masa kecil, seragam dan lain-lain. Kami mengejar substansi dan konten dulu karena lagi-lagi waktunya pendek," ujarnya.

Ganjar yang ditemui di sela pengambilan gambar mengatakan, kisah masa kecilnya sebenarnya biasa saja. Menurutnya semua anak yang lahir di desa seperti dirinya akan mengalami kesulitan yang sama. "Saya merasanya biasa saja, tapi teman-teman ini berhasil menggali data dan membuat cerita jadi luar biasa. Mudah-mudahan film dan novel ini bermanfaat dan menginspirasi," katanya.

Film Dilan Dibajak, Anang Hermansyah: Satgas Pembajakan Cukup Lemah

Halaman: 
Penulis : Uty Saifin Nuha