logo


Soal Larangan Mahasiswi Bercadar, KH. Cholil: Mana Letak Logika Nalar Kampus Islam Negeri Indonesia?

Seharusnya tidak ada larangan yang menyangkut pilihan personal.

8 Maret 2018 09:30 WIB

cahayaislam.net/Ilustrasi
cahayaislam.net/Ilustrasi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga di Yogyakarta mengeluarkan peraturan mahasiswi bercadar. Hal inimenimbulkan perdebatan. Rektorat universitas itu melarang mahasiswinya mengenakan cadar di lingkungan kampus. Jika menentang, akan diberhentikan.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yudian Wahyudi menyebutkan aturan itu diterbitkan setelah kampusnya merasa kecolongan dengan adanya pengibaran bendera HTI. Kampus tersebut tidak mau ada paham yang dianggap radikal berkembang di lingkungan akademis mereka.

"41 Mahasiswi kami yang bercadar dari berbagai fakultas terindikasi terjebak dalam paham radikal. Karenanya kami melakukan tindakan preventif dengan mengeluarkan mereka dari kampus," ujar Yudian Wahyudi, pada hari Senin (5/3).


Larang Penggunaan Cadar, Menristekdikti: Jangan Sampai Timbul Radikalisme

Sontak hal itu mendapat reaksi dari berbagai kalangan. Mulai dari agamawan, anggota DPR, hingga menteri Kabinet Kerja berkomentar soal larangan cadar di kampus.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani misalnya, dia menganggap seharusnya tidak ada larangan yang menyangkut pilihan personal.

"Jadi kita ini jangan kemudian menjadi beda-beda, kalau pakai dan tidak pakai. Tapi sudahlah, kita orang Indonesia dengan keberagaman kita, dengan toleransi kita, Pancasila dan lain-lain," kata Puan Maharani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Selasa (6/3).

Majelis Ulama Indonesia juga ikut mengkritisi aturan UIN Sunan Kalijaga. Terlebih alasan pelarangannya dianggap tidak punya dasar yang kuat.

"Kalau radikalisme menjadi alasan pelarangan niqab atau cadar tentu perlu dibuktikan hasil researchnya," kata Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis, pada hari Rabu (7/3).

Dia malah mempertanyakan tidak adanya aturan kampus yang melarang mahasiswinya untuk berpakaian sopan. Cholil menilai kampus cenderung membiarkan mahasiswa yang tidak pantas. 

"Kalau karena kesopanan di kampus mana tak sopan dengan pakaian yang super ketat dan transparan. Pertanyaannya, mana letak kebinekaan kita? Mana letak nalar logika kampus Islam negeri Indonesia?" sebut Cholil.

Sedangkan Wakil Ketua DPR Fadli Zon menganggap kebijakan tersebut bisa melanggar hak asasi manusia (HAM) bagi mahasiswi bercadar.

Soal Larangan Mahasiswi Bercadar, UIN Banten: Kita Lihat Substansi Perilakuknya, Bukan Simbolismenya

Halaman: 
Penulis : Uty Saifin Nuha