logo


BPH Migas Ungkap Ada Penyelewengan BBM Satu Harga di Kabupaten Sumenep

Henry mengatakan, penyelewengan ini dilakukan dengan cara BBM yang didistribusikan tersebut dijual kembali ke pengepul dan dari pengepul tersebut dijual kembali ke pengecer.

7 Maret 2018 13:45 WIB

BPH Migas
BPH Migas Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komite BPH Migas, Henry Ahmad, mengungkapkan bahwa ada penyelewengan pada program BBM Satu Harga di Kabupaten Sumenep. 

"Dari hasil pengawasan kita di lapangan khususnya BBM Satu Harga, khusus di Kabupaten Sumenep memang terjadi penyimpangan", ujarnya saat berada di Gedung BPH Migas, Jakarta, pada hari Rabu (7/3). 

Henry mengatakan, penyelewengan ini dilakukan dengan cara menjual BBM yang didistribusikan kepada pengepul dengan harga tertentu, dan pengepul tersebut menjual kembali kepada pengecer. 


BBM Satu Harga, Salah Satu Resep Presiden Joko Widodo Persatukan Bangsa

"Di Kepulauan Sapudi ternyata fasilitasnya belum dibangun, tetapi distribusi selalu lancar di kepulauan ini. Ternyata BBM ini sebagian dijual ke pengepul menggunakan drum dengan harga tertentu. Dari pengepul dijual lagi ke pengecer," imbuhnya. 

Akibat tindakan penyelewengan itu, masyarakat jadi mendapat harga Premium mencapai Rp 9.000 - Rp 10.000 per liter dan solar Rp 7.500 per-liter," sambungnya. 

Terkait hal tersebut, BPH Migas akan menggelar pertemuan bersama Pemda dan PT Pertamina untuk mencari solusi agar kejadian ini tidak terulang kembali. 

"Kami sudah menindaklanjuti masalah ini dengan mengadakan pertemuan anatara PT Pertamina, Pemda dan BPH Migas untuk mencari solusi agar kebutuhan masyarakat akan BBM tidak terganggu," pungkasnya. 

Selain Penyalur BBM Satu Harga, Asmat Miliki 3 Sub Penyalur BBM Pertama di Tanah Papua

Halaman: 
Penulis : Irvan Alfaris, Vicky Anggriawan