logo


Pengamat: Isu Musuh yang Sering Disebut adalah China, PKI, dan Kristen

"Hoax tentang China itu banyak sekali."

7 Maret 2018 09:09 WIB

Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ade Armando
Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ade Armando Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sindikat pelaku ujaran kebencian the Family Muslim Cyber Army (MCA) selalu menggunakan pola yang sama dalam menyebarkan ujaran kebencian atau berita bohong, alias hoax. Hal ini disampaikan oleh pegiat media sosial, Ade Armando.

Menurut pakar ilmu komunikasi itu, pola yang terus dihembuskan selalu menyebutkan bahwa umat Islam Indonesia sedang terancam. Perspektif yang dibangun adalah ketakutan terhadap kekuatan anti-Islam.

"Polanya tertentu. Hoax tentang China itu banyak sekali. Seperti isu tenaga kerja, narkoba, membeli pulau reklamasi di Jakarta dan seterusnya. Dan, kebencian terhadap China terus terbangun," kata Ade pada hari Selasa (6/3) malam.


Diskusi Soal PKI Ricuh, Peserta: Kami Merasa Dibohongi

Kedua isu yang dipakai adalah kebangkitan PKI. Mulai PKI sedang membangun basisnya, jutaan orang ikut PKI, serta ada ancaman dan lain-lain. Lalu, ketiga adalah sentimen terhadap umat Kristen.

"Jadi, ada konspirasi gabungan China, PKI, dan Kristen, serta liberal kafir dan macam-macam terus-menerus disebarkan tiap hari secara sistematis dan terstruktur di media sosial,” katanya.

Jika pola hoax itu tidak segera ditangani, akan sangat berbahaya bagi bangsa. Karena itu, ia mengajak untuk bersama-sama mengutuk hoax, karena jelas-jelas sudah anti-Islam.

"Saya melihat ini pekerjaan jaringan orang-orang terpisah, tetapi orang-orang ini tanpa sengaja dimotori oleh kekuatan tertentu menyebarkan kebohongan yang sumbernya pasti ada," katanya.

Polisi Bongkar Jaringan Penyebar Hoax, Fahri: Otaknya Penista Agama Menang Pilpres

Halaman: 
Penulis : Uty Saifin Nuha