logo


Gelar Asean Farmer YouthCamp, Pemuda Tani Dorong Kedaulatan Pangan

Fary menilai, pemuda yang mau berjuang dalam dunia pertanian sangat sedikit sekali

6 Maret 2018 13:44 WIB

Gelar Asean Farmer YouthCamp, Pemuda Tani Dorong Kedaulatan Pangan
Gelar Asean Farmer YouthCamp, Pemuda Tani Dorong Kedaulatan Pangan ist

BALI, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia, Fary Francis, mengatakan, generasi muda memiliki peran yang sangat besar dalam perubahan suatu bangsa. Pasalnya, generasi muda adalah tulang punggung bangsa.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini menilai, pemuda yang mau berjuang dalam dunia pertanian sangat sedikit sekali. Oleh karena itu, Pemuda Tani Indonesia harus mengajak seluruh generasi muda untuk terjun ke dalam dunia pertanian untuk mewujudkan kedaulatan pangan

“Mengutip pesan Bung Karno: soal pangan adalah soal hidup matinya bangsa! Saat ini kita menghadapi ancaman krisis pangan global dan keterlibatan pemuda merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ancaman itu. Dengan pemuda terlibat aktif dalam memenuhi kebutuhan pangan, saya yakin kita akan mampu berdaulat pangan” ujar Fery saat berorasi pada acara ASEAN FARMERS YOUTH CAMP I yang diselenggarakan oleh Pemuda Tani Indonesia di Bali pada hari Selasa (6/3).


Kementan Klaim Kebijakan Pangan Sejalan dengan Target Kedaulatan Pangan

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Mohammad Hekal, mengatakan semua stake holder, salah satunya adalah BUMN harus bersinergi untuk memujudkan kedaulatan pangan.

“BUMN harus menjadi garda terdepan dalam mendukung pertanian berkelanjutan sehingga pertanian Indonesia dapat menguasai pasar pangan global dan tidak menjadi negara pengimpor pangan,” jelas Hekal.

Dalam hal ini, Hekal menyayangkan banyaknya lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi perumahan. Oleh karena itu, Indonesia harus memiliki BUMN yang fokus pada pembelian lahan pertanian, sehingga bila ada petani yang terpaksa menjual lahannya karena kebutuhan, lahan tersebut dibeli oleh negara melalui BUMN dengan demikian lahan pertanian yang produktif tetap terjaga.

"Antar BUMN harus bersinergi, tidak bisa berdiri sendiri- sendiri, harus ada sinergi dan visi bersama. Kedaulatan pangan bukanlah jargon, tapi tujuan dan cita-cita yang harus kita wujudkan" tutup Hekal.

Seperti diketahui, dalam rangka meningkatkan kerja sama antar pemuda di ASEAN, Pemuda Tani Indonesia menggelar ASEAN FARMERS YOUTH CAMP I yang diikuti oleh perwakilan pemuda dari negara-negara ASEAN dan pemuda dari berbagai Provinsi di Indonesia.

Kegiatan ini dibuka dengan Seminar Internasional yang dihadiri oleh para tokoh internasional dan nasional seperti Ketua Komisi V DPR RI sekaligus Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia, Fary Francis; Ketua Komisi VI DPR, Mohamad Hekal; Anggota Komisi XI DPR, Haerul Saleh; Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Agung Jelantik; dan Ali Fahmi, dari La Via Campensina Asia Tenggara dan Asia Timur.

Sebagai bagian dari kegiatan seminar ini juga diadakan pelatihan pertanian di Pusat Pelatihan Pertanian Somya Pertiwi di Tabanan, Bali, dan kunjungan lapangan ke Jati Luwih Rice Terrace yang merupakan daerah Persawahan terasering dengan pemandangan indah yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

Kegiatan ini didukung oleh Perusahaan Listrik Negara, Jasa Raharja, Adhi Karya, Waskita Karya, Bank Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, Perusahaan Gas Negara dan Pupuk Indonesia Holding Company.

Pengendalian Impor untuk Kedaulatan Pangan Sangat Tepat

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana