logo


Harga Minyak Dunia Naik, KESDM Prediksi Setoran PNBP Lebih Tinggi

Penerimaan sektor ESDM tersebut belum termasuk penerimaan dari perpajakan minerba, dan penerimaan sewa dan jasa lainnya.

6 Maret 2018 11:04 WIB

Gedung Kementerian ESDM.
Gedung Kementerian ESDM. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian ESDM memperkirakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2018 berpotensi lebih tinggi daripada asumsi awal.

Untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2018 direncanakan sebesar Rp 120,3 triliun atau 44% dari total rencana PNBP nasional sebesar Rp 275,4 triliun berdasarkan APBN tahun 2018.

Alasannya, asumsi Indonesia Crude Price (ICP) yang digunakan dalam APBN tahun 2018 sebesar US$48 per barel. Sementara realisasi ICP bulan Januari 2018 sebesar US$65,6 per barel dengan tren peningkatan sejak bulan Juni 2017. Demikian dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM pada hari Senin (5/3).


KESDM Buka Penawaran 4 Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi Panas Bumi

Berdasarkan kalkulasi awal saat penyusunan APBN tahun 2018 lalu, setiap kenaikan rata-rata US$ 1 per barel ICP, diperkirakan berpotensi meningkatkan PNBP migas sekitar Rp 3,1 triliun apabila asumsi yang berpengaruh lainnya dianggap tetap.

Terkait hal itu, pemerintah akan terus memonitor dan mengantisipasi perkembangan tersebut.

Jika dilihat secara utuh, total penerimaan sektor ESDM termasuk pajak migas pada tahun 2018 direncanakan sebesar Rp 158,4 triliun dan 76% atau Rp 120,3 triliun dari jumlah tersebut merupakan PNBP.

Rencana penerimaan sektor ESDM tahun 2018 dimaksud terdiri atas penerimaan migas sebesar Rp 124,6 triliun yang mencakup PNBP migas sekitar Rp 86,5 triliun dan PPh migas sebesar Rp 38,1 triliun. Selain itu, PNBP mineral dan batubara (minerba) sebesar Rp 32,1 triliun, PNBP panas bumi sebesar Rp 0,7 triliun dan penerimaan lainnya sekitar Rp 1 triliun.

Penerimaan sektor ESDM tersebut belum termasuk penerimaan dari perpajakan minerba dan penerimaan sewa serta jasa lainnya.

KESDM Kembali Sederhanakan Permen Distribusi BBM Hingga LPG

Halaman: 
Penulis : Riana