logo


Biofoam, Solusi Kemasan Makanan Ramah Lingkungan

Biofoam merupakan kemasan alternatif pengganti styrofoam yang berasal dari bahan baku alami berupa pati

9 Januari 2015 08:55 WIB

Biofoam
Biofoam

JAKARTA JITUNEWS.COM – Keberadaan plastik pembungkus makanan dan styrofoam kini mulai menjadi kekhawatiran. Karena selain tidak ramah lingkungan dan tidak dapat terurai dengan cepat, plastik dan styrofoam juga memiliki kandungan yang tidak baik bagi kesehatan.

Biofoam merupakan kemasan alternatif pengganti styrofoam yang  berasal dari bahan baku alami berupa pati dengan tambahan serta untuk memperkuat strukturnya. Bahan baku pembuatan biofoam ini pun bisa menggunakan tanaman pangan apa saja yang mengandung pati dan serat sehingga memiliki ketersediaan bahan baku yang berlimpah.

Berbeda dengan kemasan plastik dan styrofoam yang menggunakan basis bahan petrokemikal, biofoam dapat terurai secara alami (biodegradable) dan juga dapat diperbarui (renewable). Proses pembuatan biofoam tidak menggunakan bahan kimia berbahaya seperti benzena dan styrene yang bersifat karsinogenik, tetapi memanfaatkan kemampuan pati untuk mengembang akibat proses panas dan tekanan.


Totok Sapi, Teknik Penyembelihan yang Manusiawi

Biofoam dapat dibuat dalam berbagai bentuk dan ukuran sesuai kebutuhan. Proses pembuatannya menggunakan teknologi thermopressing, dimana adonan pati, serat, dan bahan aditif lain dicampurkan dengan komposisi tertentu dan selanjutnya dicetak pada suhu 170-180ºC selama 2-3 menit.

Biofoam memiliki kekuatan yang lebih baik dibanding styrofoam (31,80 N/mm2). Untuk saat ini, tingkat hidrofobisitasnya masih rendah dibandingkan dengan styrofoam, sehingga aplikasinya khusus untuk mengemas produk dengan kadar air rendah.

Inovasi Jitu Pengganti Styrofoam, Mangkuk dari Daun!

Halaman: 
Penulis :