logo


Gerindra Mengendus Adanya Skenario Paslon Tunggal di Pilpres 2019

Ia mengaku khawatir dengan adanya calon tunggal di Pilpres 2019 dapat mengancam hak pilih masyarakat karena hanya ada satu paslon

1 Maret 2018 19:25 WIB

Ahmad Riza Patria.
Ahmad Riza Patria. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COMKetua DPP Gerindra, Ahmad Riza Patria menyebut, diam-diam pemerintah merencanakan adanya paslon tunggal di Pemilu 2019. Hal tersebut dikarenakan ia melihat adanya sejumlah upaya pemerintah untuk menghadirkan calon tunggal dalam pemilu, seprti pembahasan presidential threshold RUU Pemilu.

"Kami sebenarnya sudah mendeteksi, mengendus sejak awal. Sejak pembentukan UU pemilu itu dari partai pendukung pemerintah, bahkan draf dari pemerintah itu dimungkinkan untuk adanya calon tunggal," kata Riza Patria di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, paada hari Kamis (1/3).

"Itu yang kami deteksi dan Fraksi Gerindra keberatan, ini kan demokrasi, demokrasi harusnya membangun partisipasi masyarakat. Ini sesuai UU, warga negara itu punya hak memilih dan dipilih," tambahnya.


AHY Bertemu Airlangga: Poros Golkar-Demokrat Lawan Jokowi?

Ia mengaku khawatir dengan adanya calon tunggal di Pilpres 2019 dapat mengancam hak pilih masyarakat karena hanya ada satu paslon. Ketentian presidential threshold 20 persen dinilai mempersulit partai lain untuk mengusung calonnya sendiri-sendiri.

"Kalau ada calon tunggal, masyarakat tidak punya hak pilih karena hanya ada satu calon, itu kami tentang. Tapi kan di parlemen yang berkuasa itu partai pemerintah dan bersikeras dengan adanya calon tunggal," katanya.

"Sekarang sudah ada lima fraksi pendukung Jokowi. Ini akan dikejar dari sisa yang ada dari 10 yang ada di parlemen dan 14 yang ada di luar. Untuk mendukung paslon," pungkasnya.

Soal Duet dengan Jokowi, Prabowo: Saya Mandataris Gerindra

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata