logo


Kenaikan Harga Pertamax Beri Andil Terhadap Inflasi

Dampak kenaikan harga Pertamax terhadap inflasi indeks harga konsumen (IHK) ini tidak terhindarkan

1 Maret 2018 14:08 WIB

Selang pengisian BBM.
Selang pengisian BBM. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM – PT Pertamina (persero) menaikkan harga mayoritas bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Kenaikan harga ini mulai berlaku akhir pekan lalu.

Tercatat, harga Pertamax naik Rp 300 setiap liternya yaitu dari Rp 8.600 per liter menjadi Rp 8.900 per liter. Lantas, apakah kenaikan harga Pertamax ini akan berdampak pada inflasi?

"Yang dominan memberikan andil pada inflasi adalah kenaikan harga bensin, sedangkan Pertamax dan Pertamax Turbo tidak. Sebaliknya, memberikan deflasi penurunan tarif angkutan udara," ungkap Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto, di Kantor BPS, Jakarta, pada hari Kamis (1/3).


“Langkah Pertamina Menaikkan BBM Non Subsidi Sudah Tepat Agar Tidak Berdarah-darah”

Kecuk menjelaskan, kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut telah memberikan andil pada kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Akibatnya, sektor tersebut pun mengalami inflasi 0,02% memberikan andil 0,01% terhadap inflasi nasional.

Pada kesempatan berbeda, Gubernur BI, Agus Martowardojo, mengatakan, dampak kenaikan harga Pertamax terhadap inflasi indeks harga konsumen (IHK) ini tidak terhindarkan. Namun demikian, perlu diingat pula bahwa harga minyak di dunia sudah meningkat, namun harga BBM di Indonesia belum disesuaikan.

"Kita dengar yang terakhir sudah disesuaikan, tentu ada dampak pada inflasi," tutur Agus.

Secara umum, Agus melanjutkan, bank sentral memandang sistem yang ada di Indonesia dalam mengelola BBM sudah baik. Kenaikan harga dilakukan sebagai respon adanya kenaikan harga minyak dunia.

“Tentu saja, peningkatan harga tersebut sudah didahului dengan penghitungan yang dilakukan secara hati-hati. Selain itu, harga BBM subsidi pun tidak mengalami penyesuaian,” ujar Agus.

BI sendiri menargetkan, inflasi IHK berada pada 3,5 plus minus 1 persen pada tahun 2018 ini. Hingga akhir tahun 2018, inflasi diperkirakan berada pada posisi 3,61 persen.

 

Pertamina Bakal Kelola Blok Terminasi, SKK Migas Angkat Suara

Halaman: 
Penulis : Riana