logo


Akbar Tandjung Sebut JK Bersedia Maju Cawapres

Disebutkan dalam UUD 1945, jabatanpresiden dan wakil presiden tidak bisa lebih dari dua periode

1 Maret 2018 01:00 WIB

Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar, Akbar Tandjung
Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar, Akbar Tandjung Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COMJusuf Kalla (JK) tidak bisa lagi maju sebagai cawapres, karena sudah dua kali menjabat. Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung, mengatakan, JK sebenarnya menyatakan kesediaannya untuk maju kembali sebagai cawapres Jokowi.

“Pak JK memang dua hari lalu sudah menyatakan kesediannya bila diajak kembali. Dengan catatan bisa mendapat dukungan dari masyarakat, dari publik, kepentingan negara, dan sejalan dengan konstitusi,” kata Akbar di DPP Golkar, Jakarta Barat, pada hari Rabu (28/2).

Namun, keinginan JK tersebut terhalang oleh UUD 1945. Disebutkan dalam UUD 1945, jabatan presiden dan wakil presiden tidak bisa lebih dari dua periode.


Airlangga Disebut Berpeluang Jadi Cawapres Jokowi

“Kelihatannya membaca rumusannya dalam amandemen UUD 1945, rumusan mengatakan bahwa presiden dan wakil presiden dipilih dua kali untuk masa jabatan yang sama, pada posisi yang sama,” tuturnya.

“Dengan demikian, kita bisa simpulkan bahwa memang kelihatannya tidak mungkin (maju). Karena itu yang dirumuskan dalam amandemen UUD 1945,” tutup Akbar.

JK Tak Bisa Jadi Cawapres Lagi, Mahfud MD Beri Penjelasan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata