logo


Kenaikan Harga BBM Ditarksir Bakal Dongkrak Inflasi

Anggota Komisi XI DPR RI, Ecky Awal Mucharram menilai langkah penyesuaian harga BBM tersebut dapat meningkatkan inflasi.

27 Februari 2018 11:04 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Terhitung sejak tanggal 24 Februari 2018 yang lalu, Pertamina resmi menaikkan harga minyak nonsubsidi seperti Pertamax, Dexlite maupun Pertalite. Kenaikan harga sekitar Rp 300 untuk wilayah Jawa dan Bali, sedangkan di luar wilayah tersebut kenaikan beragam.

Anggota Komisi XI DPR RI, Ecky Awal Mucharram, menilai penyesuaian harga BBM tersebut dapat meningkatkan inflasi.

“Tentu, daya beli akan kembali terganggu karena langkah ini menyulut inflasi,” ujar Ecky di Jakarta pada hari Selasa (27/2).


Kata Pengamat Soal Langkah Pertamina Naikkan Harga BBM Non Subsidi

Politisi PKS ini menjelaskan bahwa inflasi telah mencapai 3,25 persen (yoy) pada bulan Januari yang lalu, sedangkan inflasi energi mencapai 8,6 persen, inflasi harga diatur pemerintah 5,82 persen.

“Artinya, gejolak inflasi masih disebabkan oleh intervensi pemerintah di bidang harga, bukan karena peningkatan konsumsi (belanja),” tuturnya.

Dalam hal ini, Ecky menjelaskan bahwa pengaruh inflasi tidak bisa dibatasi pada kelompok tertentu, misalnya pada golongan orang kaya. Namun, sebaliknya inflasi lebih menekan rakyat kecil, meski kebijakan yang diambil tidak terkait dengan kepentingan mereka.

“Langkah Pertamina Menaikkan BBM Non Subsidi Sudah Tepat Agar Tidak Berdarah-darah”

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan