logo


Harga Pertamax Naik, Luhut: Kepentingan Rakyat Bawah Tidak Ada Perubahan

Luhut mengatakan, pemerintah konsisten menjaga kepentingan masyarakat kecil.

27 Februari 2018 03:00 WIB

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman (Menko Kemaritiman), Luhut Binsar Pandjaitan.
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman (Menko Kemaritiman), Luhut Binsar Pandjaitan. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COMPT Pertamina (Persero) menaikkan harga Pertamax dari harga Rp 8.600 per liter menjadi Rp 8.900 per liter. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan kenaikan harga Pertamax tidak memberatkan masyarakat kalangan bawah.

"Sepanjang kepentingan rakyat bawah itu (BBM jenis Premium) tidak ada perubahan, tidak ada masalah" kata Luhut di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, pada hari Senin (26/2).

Luhut menganggap kenaikan harga Pertamax tersebut adalah hal yang wajar, mengingat lonjakan harga minyak dunia dan pertimbangan laju kurs.


“Langkah Pertamina Menaikkan BBM Non Subsidi Sudah Tepat Agar Tidak Berdarah-darah”

Menurut Luhut, pengaruhnya tidak signifikan karena BBM jenis Premium masih bertahan pada harga Rp 6.550 per liter. Luhut mengatakan, mayoritas pengguna Pertamax adalah kalangan masyarakat kelas atas.

Luhut menyatakan, pemerintah konsisten menjaga kepentingan masyarakat kecil. Salah satunya tidak akan menaikkan tarif listrik.

"Ya enggak ada masalah untuk rakyat kecil kalau tidak dinaikkan (tarif listrik). Kalau untuk rakyat kecil Presiden atau pemerintah komitmen untuk tidak melakukan perubahan-perubahan," kata Luhut.

Sindiran Komikus Jepang, Luhut Sebut Sebagai Pemacu Pemerintah

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata