logo


“Langkah Pertamina Menaikkan BBM Non Subsidi Sudah Tepat Agar Tidak Berdarah-darah”

Mengenai besaran kenaikan Pertamax tepat atau tidak, lanjut Mamit, ini menjadi pertimbangan perusahaan

26 Februari 2018 18:45 WIB

Selang pengisian BBM.
Selang pengisian BBM. Dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan, menilai, keputusan Pertamina menaikan harga BBM non subsidi sudah tepat, di tengah harga minyak mentah yang terus naik.

"Menaikan harga Pertamax cs, saya kira cukup benar agar beban keuangan Pertamina tidak semakin berdarah-darah. Mengingat mereka sudah cukup berdarah-darah di BBM PSO (subsidi) dan BBM Satu Harga, di mana tidak ada kenaikan harga untuk Premium dan Solar," beber Mamit, Senin (26/2).

Mengenai besaran kenaikan Pertamax tepat atau tidak, lanjut Mamit, ini menjadi pertimbangan perusahaan. Intinya, kenaikan akan disesuaikan dengan pesaing yang lain, supaya masyarakat tetap ke Pertamina.


Pertamina dan Dinas ESDM Aceh Awasi Penggunaan LPG Subsidi

"Kenaikan pasti sudah memperhitungkan daya beli masyarakat pengguna BBM nonsubsidi ini. Tapi jumlah kenaikannya itu ranah Pertamina," tandasnya, seperti dikutip dari okezone.

Diwartakan sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Bahan Bakar Minyk (BBM) non-subsidi pada tanggal 24 Februari 2018 lalu. Kenaikan ini menyesuaikan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia sementara kurs Rupiah belum dapat menyeimbangkan kenaikan itu.

Dikutip dari website Pertamina, untuk wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali) kenaikan BBM sebesar Rp 300 per liter. Pertalite dari sebelumnya Rp 7.600 menjadi Rp 7.900 per liter.

Sedangkan Pertamax dari sebelumnya Rp 8.600 menjadi Rp 8.900 per liter. Sementara Dexlite naik dari Rp 7.500 per liter menjadi Rp 8.100 per liter. Kenaikan harga tidak berlaku untuk Premium dan Solar.

 

Pertamina Naikkan Harga BBM Non-Subsidi, DPR: Ya Wajar..

Halaman: 
Penulis : Riana
 
×
×