logo


Pertamina Naikkan Harga BBM Non-Subsidi, DPR: Ya Wajar..

Pemerintah harus menambah jumlah subsidi agar tak terlalu memberatkan masyarakat.

26 Februari 2018 18:30 WIB

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Sabtu (24/2) lalu, PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga BBM non-subsidi di kisaran Rp 300. Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Herman Khaeron, mengatakan, langkah yang diambil Pertamina dalam menaikkan harga BBM non subsidi masih sesuai dengan mekanisme pasar. Sebab, kata dia, harga minyak dunia juga naik.

"Kalau berhitung pada mekanisme pasar ya formulasinya seperti itu, ketika harga internasionalnya naik, harga pasarnya naik. Nunggu kenaikan rata-rata satu bulan, kalau tidak turun lagi dan dihitung dari harga penetapan sebelumnya ya hitungan liberalnya wajar," beber Herman di Jakarta, Senin (26/2).

Terkait kenaikan tersebut, Herman menyarankan, dalam hal ini pemerintah juga harus turut campur terhadap masalah tersebut. Salah satunya dengan menambah jumlah subsidi agar tak terlalu memberatkan masyarakat.


Pertamina Jamin BBM Satu Harga Melalui Sub Penyalur

"Intervensi pemerintah dari berbagai sisi bisa dilakukan. Apakah menambah subsidi atau memberikan insentif ke Pertamina sebagai penyalur, dan sebagainya," sarannya.

Diwartakan sebelumnya, Pertamina per tanggal 24 Februari menaikkan harga BBM non-subsidi di kisaran Rp 300 per liternya. Dikutip dari website Pertamina, untuk wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali) kenaikan BBM sebesar Rp 300 per liter. Pertalite dari sebelumnya Rp 7.600 menjadi Rp 7.900 per liter.

Sedangkan Pertamax dari sebelumnya Rp 8.600 menjadi Rp 8.900 per liter. Sementara Dexlite naik dari Rp 7.500 per liter menjadi Rp 8.100 per liter. Kenaikan harga tidak berlaku untuk Premium dan Solar.

 

 

Kata Pengamat Soal Langkah Pertamina Naikkan Harga BBM Non Subsidi

Halaman: 
Penulis : Riana
 
×
×