logo


Hadapi Bencana, Menko PMK: Perlu Manajemen yang Efektif dan Jiwa Gotong Royong

Rakernas Penanggulangan Bencana yang kali ini mengusung tema BNPB-BPBD Bekerja untuk Rakyat

22 Februari 2018 04:45 WIB

Menko PMK, Puan Maharani
Menko PMK, Puan Maharani Kemenko PMK

BALI, JITUNEWS.COM Menko PMK, Puan Maharani mengatakan salah satu perhatian BNPB dan BPDD adalah membangun kesiapsiagaan dan sinergi penanggulangan bencana antara pemerintah pusat dan daerah.

“Salah satu yang menjadi perhatian BNPB dan BPBD adalah bagaimana membangun kesiapsiagaan berbasis rakyat, early warning system, dan sinergi penanggulangan bencana antara pemerintah pusat dan daerah," ujar Puan Maharani saat memberikan arahan sekaligus membuka secara resmi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diselenggarakan di Nusa Dua Convention Center, Bali, pada Rabu (21/02).

Rakernas Penanggulangan Bencana yang kali ini mengusung tema BNPB-BPBD Bekerja untuk Rakyat diikuti oleh 34 BPBD Provinsi, 472 BPBD Kabupaten/Kota, sera Mitra strategis BNPB dengan total keseluruhan kurang lebih 3.000 peserta.


Perkuat Program Bantuan Sosial, Menko PMK Gelar Rakor

Menurut Menko PMK, apa yang menjadi perhatian BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selaras dengan arah kebijakan pemerintah yang tercantum dalam dokumen RPJMN 2015-2019, yaitu diarahkan dalam upaya  pengurangan resiko bencana dan meningkatkan ketangguhan pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Puan juga menyampaikan bahwa manajemen penanggulangan bencana dimulai dari pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan tanggap darurat, serta rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Namun keberhasilan dalam manajemen penanggulangan bencana tersebut sangat ditentukan oleh gotong royong dari pemerintah pusat, daerah, BNPB dan BPBD, serta masyarakat,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Puan, agar gotong royong manajemen penanggulangan bencana dapat berjalan efektif, diperlukan pemahaman yang sama antara seluruh pemangku kepentingan dalam mengimplementasikannya.

“BNPB - BPBD merupakan representasi kehadiran negara ditengah rakyat dalam menghadapi bencana. Oleh karena itu, persiapkanlah kemampuan individu, lembaga, program dan kegiatan yang kuat dan efektif dilapangan,” pintanya.

Menko PMK juga berharap pelaksanaan Rakernas penanggulangan bencana tahun 2018 dapat memformulasikan berbagai agenda strategis untuk membangun kapasitas BNPB-BPBD yang efektif.

“BNPB-BPBD bekerja untuk rakyat, menuntut setiap jajarannya selalu siap, sigap, melayani, dan berjiwa gotong royong,” harapnya.

Hadir dalam Rakernas Penanggulangan Bencana, Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek; Kepala BNPB, Willem Rampangilei; Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati; Anggota Komisi VIII DPR RI; Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba; Duta Besar Selendia Baru, Trevor Matheson; Para Gubernur seluruh Indonesia; Gubernur Provinsi Bali yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Cokorde Pemayun; Panglima Kodam IX Udayana, Mayor Jenderal Benny Susianto; dan seluruh Kepala BPBD.

Rakernas Digelar Maret, Demokrat Undang Jokowi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata