logo


TNI-IDI Berantas KLB Difteri

Kegiatan sosialisasi ketahanan kesehatan nasional dan vaksinasi terhadap para taruna dan taruni AAL ini dilakukan oleh para dokter yang saat ini tengah menjalani pendidikan di Sekolah PaPK Kodiklat TNI

19 Februari 2018 09:58 WIB

Jitunews/Vicky Anggriawan

SURABAYA, JITUNEWS.COM - Hari ini, Senin, tanggal 19 Februari 2017, siswa Sekolah Perwira Prajurit Karier (Pa PK) Kodiklat TNI mengadakan kegiatan sosialisasi ketahanan kesehatan nasional sekaligus vaksinasi difteri terhadap para taruna dan taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) di Gedung Maspardi AL, Surabaya, Jawa Timur.

Kegiatan yang bertema "TNI-IDI Berantas KLB (Kejadian Luar Biasa) Difteri dengan Vaksinasi dalam Rangka Menyukseskan Ketahanan Kesehatan Nasional" ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang digelar di Akademi Militer Magelang pada tanggal 15-16 Januari 2018 lalu yang dihadiri oleh Ibu Nanny Hadi Tjahjanto.

Kegiatan sosialisasi ketahanan kesehatan nasional dan vaksinasi terhadap para taruna dan taruni AAL ini dilakukan oleh para dokter yang saat ini tengah menjalani pendidikan di Sekolah Pa PK Kodiklat TNI.


2.027 Warga Asmat Mendapat Pelayanan Kesehatan Satgas TNI

Turut hadir dalam acara ini, Wakil Kepala Pusat Kesehatan (Wakapuskes) TNI Laksma Drg. Andriyani Sp.Ort, Komandan Sekolah Pa PK Kodiklat TNI, Kol Inf Nur Wahyu Widodo SE, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Dr. Moh Adib Khumaidi Sp.OT.

Sementara itu, pemberi materi sosialisasi ketahanan kesehatan nasional dilakukan oleh siswa dari Sekolah PaPK Kodiklat TNI yakni dr Wirawan Jusuf MPH dan dr Randi Kusuma.

Wakapuskes TNI, Laksma Drg. Andriyani Sp.Ort, dalam keterangannya, menyampaikan bahwa dirinya sangat mendukung kegiatan ini. Wakapuskes mengatakan, para taruna dan taruni TNI harus dibekali dengan ketahanan tubuh yang prima dari penyakit-penyakit endemik yang selama ini menyerang wilayah Indonesia.

"Mereka ini yang nantinya akan ditugaskan ke daerah yang endemik, di daerah perbatasan, sehingga diharapkan setelah mereka lulus nanti mereka sudah tervaksin semua, sehingga bebas melaksanakan tugasnya dengan aman," kata Laksma Andriyani.

Di samping itu, lanjut perwira tinggi TNI bintang satu ini, kegiatan ini juga merupakan kegiatan lanjutan dari apa yang telah dilakukan di Akademi Militer (Akmil) Magelang dan Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta yang juga dihadiri Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto.

Selain itu, imbuh Laksma Andriyani, tugas TNI adalah menjaga seluruh wilayah Indonesia dari Sabang hingga Merauke, menjaga tiap jengkal tanah Indonesia, untuk itu para calon anggota TNI harus dibekali dengan kesehatan jasmani dan rohani yang prima, sehingga nantinya dapat mengimplementasikan keilmuannya dalam pengabdiannya di masyarakat. 

Sementara itu, Kol Inf Nur Wahyu Widodo SE, menjelaskan, sebelum mengadakan kegiatan vaksinasi, pihaknya telah menyeleksi para siswa PaPK yang memiliki keahlian di bidang medis, pengalaman leadership dan pengalaman praktek kedokteran, sehingga pada saat kegiatan pemberian vaksin kepada para taruna dan taruni AAL ini dapat dilaksanakan secara profesional dan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.

"Selain melakukan kegiatan vaksinasi di AAL ini, para siswa Pa PK juga melakukan kegiatan sosialisasi tentang ketahanan kesehatan nasional," imbuh Kol Inf Nur Wahyu yang merupakan lulusan Akmil tahun 1993.

Kol Inf Nur Wahyu menjelaskan, vaksinasi dan sosialisasi tentang ketahanan kesehatan nasional ini begitu penting dilakukan, khususnya di lingkungan pendidikan TNI, karena para taruna dan taruni adalah calon prajurit dan pemimpin TNI masa depan. Untuk itu, mereka haruslah orang-orang yang memiliki kualitas, baik jasmani, rohani, dan kemampuan intelektual.

Ke depannya, ancaman terhadap negara bukan hanya musuh yang nyata, namun kini peperangan mulai bergeser ke dalam proxy war, salah satunya adalah dengan mengembangkan penyakit tertentu di sebuah wilayah.

Untuk itu, tegas Kol Inf Nur Wahyu, seorang perwira TNI haruslah memiliki wawasan dan pengetahuan tentang ancaman wabah penyakit. Perwira TNI harus juga dapat memberikan pemahaman kepada anak buahnya mengenai tindakan preventif untuk mengatasi ancaman kesehatan di wilayah Indonesia, mengingat wabah penyakit yang sedang terjadi saat ini bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

Kegiatan ini juga bakal terus digalakkan kepada para siswa Pa PK dengan harapan para siswa setelah melaksanakan tugas sebagai prajurit TNI dapat menjalankan fungsi sebaik-baiknya dan dapat dengan cepat merespon dinamika sosial dan ancaman di wilayah mereka bertugas.

Sementara itu, Sekjen IDI, dr Adib Khumaidi, mengungkapkan, kegiatan yang diselenggarakan atas kerja sama TNI dan IDI ini membuktikan bahwa IDI bersama TNI selalu peduli terhadap persoalan Indonesia di bidang kesehatan.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas IDI dan TNI. IDI mempunyai kepentingan di bidang kesehatan Indonesia karena kita adalah mitra pemerintah dalam rangka meningkatkan kewaspadaan diri untuk mendukung ketahanan negara di bidang kesehatan. Sebagai salah satu stake holder di dunia kesehatan, kami harus mendukung," tutupnya.

Pada akhirnya, harapan dari semua pihak adalah kegiatan semacam ini harus terus ditingkatkan dan digelar tiap tahuannya oleh para siswa PaPK selanjutnya, sehingga siswa PaPK dengan keilmuan yang telah dimilikinya secara langsung dapat mendukung tugas TNI.

Jelang Tahun Politik, TNI Harus Mampu Merespon Ancaman Kontemporer

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan,Riana
 
×
×