logo


Sindir KPK, Fahri Hamzah: kita membayar lembaga negara ini untuk menjadi ustaz dan pendeta

Selain pernyataan soal sistem hukum, Fahri juga mengomentari Laode terkait pernyataanya yuang menyinggung moralitas sebagai alasan terjadinya kasus korupsi.

16 Februari 2018 15:16 WIB

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan politisi PKS Fahri Hamzah kembali melayangkan sindirannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kali ini, Fahri mengomentari pernyataan komisioner KPK Laode M Syarief yang menyebut bahwa saat ini sudah tidak ada masalah dalam sistem hukum.

"Lho, kalau sudah tidak ada masalah, buat apa lagi ada KPK" ujar Fahri dalam sebuah diskusi di Mahkamah Konstitusi, di Jakarta, Kamis (15/2/2018).


Ini Kronologi Lengkap Penangkapan Bupati Lampung oleh KPK

Selain pernyataan soal sistem hukum, Fahri juga mengomentari Laode terkait pernyataanya yuang menyinggung moralitas sebagai alasan terjadinya kasus korupsi.

"Kemudian bilang ini soal moral," ujar Fahri sambil mengutip ucapan Laode, "'Kami (KPK) sudah ingatkan, (tapi koruptor) enggak taubat-taubat'"

Menurut Fahri, pernyataan Laode seolah-olah menempatkan KPK sebagai lembaga yang telah mengambil alih fungsi para pemuka agama, untuk menasihati umatnya. Menurut Fahri, urusan itu bukanlah urusan KPK.

"Kita membayar lembaga negara ini untuk menjadi ustaz dan pendeta. itu bukan instrumen bumi. Itu instrumen langit," kata Fahri.

"Semua lembaga pernah terkena OTT, hanya satu lembaga yang tidak pernah yaitu KPK. Karena dia tidak mau diintip. Dia maunya mengintip. Karena dia malaikat, kita manusia biasa," tambah Fahri.

Bongkar Korupsi APBD Lampung Tengah, KPK Cokok 19 Orang

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas