logo


Banyak OTT Pejabat Daerah, Fahri: Menurut Saya Presiden Happy

Fahri beranggapan banyak terjadi penyimpangan, namun Jokowi hanya berdiam diri

15 Februari 2018 12:35 WIB

Fahri Hamzah dan Joko Widodo
Fahri Hamzah dan Joko Widodo Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COMAkhir-akhir ini KPK kerap melakukan operasi tangkap tangan (OTT) sejumlah pejabat daerah. Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menyebut korupsi yang dterjadi di daerah adalah tanggung jawab Presiden Joko Widodo. Ia menyebut, Presiden tidak tahu jika praktik korupsi bertambah banyak.

"Terserah presidenlah. Presiden menurut saya happy dengan ini semua. Artinya Pak Jokowi itu enggak paham bahwa di bawah dia itu korupsi tuh tambah banyak. Sadar enggak Pak Jokowi ini," ujar Fahri di Gedung DPR, pada hari Kamis (15/2).

"Pak Jokowi, kamu itu jadi presiden korupsinya tambah banyak. Yang bertanggung jawab itu presiden. Sistemnya itu presidensial. Dia sadar enggak ya, Pak Jokowi ini di bawah dia, korupsinya tambah banyak dalam definisi KPK," lanjutnya.


Setelah KPK, Sekarang Giliran Pendukung Pasal Penghinaan Presiden yang Diminta ke Korea Utara

Fahri beranggapan banyak terjadi penyimpangan, namun Jokowi hanya berdiam diri.

"Jadi menurut saya ini sudah terjadi penyimpangan jauh. Ini makanya saya bilang jadi anomali. Presidennya juga enggak mau ngomong soal ini. Diam-diam saja," ujarnya.

Menurutnya, pejabat negara yang banyak ditangkap tidak mempengaruhi Indeks Persepsi Korupsi (IPK).

"Karena masalahnya adalah penangkapan ini enggak punya sumbangan sama sekali pada indeks persepsi korupsi. Ini bohong KPK," ujarnya.

"Jadi pengajaran moral itu kompleks. Tiba-tiba KPK menganggap dengan OTT, banyak orang berpikir moralnya jadi bertambah baik. Logika dari mana," kata Fahri.

Soal Lembaga Pengawas, Fahri Hamzah: Sadarlah KPK Kalau Enggak Diatasi Bisa Bermasalah

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata