logo


Susul SBY, Demokrat Laporkan Firman Wijaya

Diduga Firman memberikan informasi bohong dan mencemarkan nama baik Demokrat dan SBY

13 Februari 2018 15:03 WIB

Ketua umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi sejumlah petinggi Demokrat saat menggelar konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (6/2/2018),
Ketua umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi sejumlah petinggi Demokrat saat menggelar konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (6/2/2018), Dok. DPP Partai Demokrat

JAKARTA, JITUNEWS.COMPartai Demokrat melaporkan pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, terkait pernyataannya di luar persidangan mengenai keterlibatan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kasus e-KTP.

Sekretaris Divisi Hukum Partai Demokrat, Ardy Mbalembout, mendatangi Bareskrim Polri bersama Koordinator Kongres Advokasi Indonesia (KAI), Nazarudin Lubis.

"Kami ke sini pada posisi untuk melaporkan dugaan tindak pidana yang dilakukan Saudara Firman Wijaya terkait pernyataan yang bersangkutan di media online pada persidangan tanggal 25 Januari 2018," kata Ardy pada hari Selasa (13/2).


SBY Merasa Difitnah, Demokrat: Tak Balas dengan Fitnah

Meski SBY sudah melaporkan Firman, Partai Demokrat melaporkan untuk memperkuat laporan SBY tersebut. Diduga Firman memberikan informasi bohong dan mencemarkan nama baik Partai Demokrat dan SBY.

"Tentunya ini satu kesatuan yang tidak terpisahkan, kasusnya sama tetapi subjek pelapornya berbeda. Justru kami perkuat laporan SBY dalam kapasitas sebagai anggota divisi dan teman-teman organisasi dan advokat. Kami sepakat dengan teman-teman di Partai Demokrat bahwa ini bisa mencemarkan nama baik," ujarnya.

"Saya menduga (pernyataan Firman) itu adalah bohong dan memberi keterangan di bawah sumpah, ada pidananya. Pernyataan Mirwan, coba dilihat, tidak ada yang bicara tentang pemenang pemilu, tidak ada bicara tentang Cikeas, tidak bicarakan nama SBY," kata Ardy.

Sebelumnya, SBY melaporkan Firman Wijaya ke Bareskrim Polri atas tuduhan pencemaran nama baik pada hari Selasa (6/2) lalu.

"Firman Wijaya memberikan pernyataan seperti diarahkan, menuduh saya sebagai orang besar, sebagai penguasa, yang melakukan intervensi terhadap pengadaan e-KTP," kata SBY di kantor DPP Partai Demokrat pada hari Selasa (6/2).

Firman Wijaya Bisa Bernasib Seperti Fredrich Yunadi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata