logo


PDIP NTT Pastikan Tetap Menangkan Marianus Sae di Pilgub NTT Meski Berstatus Tersangka

Marianus Sae ditangkap oleh tim penyidik KPK bersama seorang wanita, yakni Ambrosia Tirta Santi di sebuah hotel di Surabaya pada hari Minggu sekitar pukul 10.00 pagi.

13 Februari 2018 09:12 WIB

Bupati Ngada yang juga bakal calon Gubernur NTT Marianus Sae
Bupati Ngada yang juga bakal calon Gubernur NTT Marianus Sae Facebook/Marianus Sae

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Status tersangka yang kini disandang Bupati Ngada, Marianus Sae, tidak membuat dukungan PDIP NTT surut untuk memenangkannya di pentas Pilkada NTT 2018. Dukungan PDIP NTT itu dikobarkan meski DPP PDIP telah secara tegas mencabut dukungan kepada Marianus Sae.

Marianus Sae adalah Calon Gubernur NTT yang diusung PDIP dan PKB. Kemarin, hari Senin, tanggal 12 Februari 2018, KPUD telah secara resmi menetapkannya sebagai calon Gubernur NTT berpasangan dengan Emilia Nomleni.

Rapat DPD PDIP NTT yang dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 12 Februari 2018 memutuskan bahwa PDIP tetap melanjutkan upaya pemenangan pasangan Marianus Sae-Emi Nomleni pada Pilgub NTT. Rapat itu dipimpin langsung oleh Ketua DPD PDIP NTT Frans Lebu Raya.


Resmi Ditahan KPK, Penyuap Bupati Ngada: Saya Tidak Berkomentar

Ketua Fraksi PDIP DPRD Matim, Roni Agas, mengatakan, meski Cagub MS ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, namun kader partai besutan Megawati Soekarno Putri itu tetap bekerja memenangkan Paket Marhaen di Pilgub NTT.

Sebagaimana diketahui, Marianus Sae secara resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari Senin (12/2/2018). Marianus dicokok KPK pada hari Minggu, tanggal 11 Februari 2018 melalui operasi tangkap tangan (OTT).

Marianus Sae ditangkap oleh tim penyidik KPK bersama seorang wanita yakni Ambrosia Tirta Santi di sebuah hotel di Surabaya pada hari Minggu sekitar pukul 10.00 WIB.

Selain mencokok Marianus Sae (MS), tim penyidik KPK juga mengamankan empat orang lainnya. Mereka adalah Ambrosia Tirta Santi (ATS), Dionesisu Kila (DK), Wilhelmus Iwan Ulumbu (WIU), dan Petrus Pedulewari (PP).

Marianus diduga terjerat kasus penyuapan terkait sebuah proyek di Kabupaten Ngada, Flores, NTT. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Pandjaitan, mengatakan, Marianus Sae diduga menerima suap senilai Rp 4,1 miliar yang berkaitan dengan sebuah proyek di Kabupaten Ngada.

"Total uang, baik yang transfer maupun cash, sekitar Rp 4,1 miliar. Itu yang kita ketahui," kata Basaria di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pada hari Senin (12/2/2018).

Bupati Ngada Kena OTT, Fahri Hamzah: Biru Senang karena Merah Kena

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas