logo


Bawaslu Susun Pedoman Materi Khotbah Pemilu, Golkar Nilai Sah-sah Saja..

Ace mengaku memahami akan wacana Bawaslu tersebut. Hal ini dikarenakan sering kali dijumpai tempat ibadah yang dijadikan ajang pemilu.

12 Februari 2018 15:36 WIB

Politisi Partai Golkar, TB Ace Hasan Syadzily
Politisi Partai Golkar, TB Ace Hasan Syadzily Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi Partai Golkar, TB Ace Hasan Syadzily, menilai wajar apabila Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) membuat materi dakwah/khotbah Jumat terkait penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

“Sebagai upaya agar tidak terjadi politisasi SARA, saya kira langkah tersebut sah-sah saja,” ujar Ace di Gedung DPR RI, Jakarta, pada hari Senin (12/2).

Ace mengaku memahami wacana Bawaslu tersebut karena sering kali menjumpai tempat ibadah dijadikan ajang kampanye pemilu.


Akun Kampanye Wajib Dilaporkan, KPU: Bisa Diawasi Bawaslu

“Kita bisa memahami Bawaslu kenapa membuat aturan itu, karena kerap kali rumah ibadah dipakai sebagai tempat untuk menyosialisasikan program para calon. Misalnya, calon tertentu melakukan politisi agama, itu yang harus dihindari,” tuturnya.

Oleh karena itu, Ace menyarankan, agar tidak menimbulkan penafsiran bermacam-macam di publik, Bawaslu sebaiknya mengklarifikasi kepada masyarakat tentang penyusunan pedoman khutbah Jumat tersebut.

Selain itu, Bawaslu juga disarankan untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah guna membahas wacana pengaturan khutbah itu.

“Hanya perlu ada klarifikasi yang lebih detail dari pihak Bawaslu tentang pengaturan pedoman khotbah atau khotib di dalam, misalnya pengajian-pengajian atau pada acara-acara keagamaan,” pungkasnya.

Bawaslu Akan Buat Materi Khotbah, Wakil Ketua MPR: Saya Kira Kurang Pas

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana