logo


Dinilai Kurang Religius, Pendamping Jokowi dalam Pilpres Harus Berasal dari Islam Moderat

"Religiusitas dan isu SARA bisa menggerus elektabilitas Jokowi."

11 Februari 2018 14:17 WIB

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun Angkatan Muda Siliwangi (AMS) ke-51 di Gedung Merdeka Kota Bandung, Kamis (28/12).
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun Angkatan Muda Siliwangi (AMS) ke-51 di Gedung Merdeka Kota Bandung, Kamis (28/12). Biro Pers Setpres

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN) memaparkan hasil kajiannya terkait sosok Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang berpotensi mendampingi Joko Widodo di Pilpres 2019 Romahurmuziy, Muhaimin Iskandar dan Muhammad Zainul Majdi.

"Ini tiga tokoh yang muncul di permukaan," kata Direktur Eksekutif LSIN, Yasin Mohammad dalam diskusi bertajuk "Berebut Cawapres Jokowi 2019, Peluang Koalisi Nasionalis-Santri di Warung Gado-Gado Boplo, Jalan Gereja Theresia No.41, Menteng, Jakarta pada hari Minggu (11/2).

Ketiga sosok tersebut dinilai memiliki kelebihan masing-masing. Baik dari sisi religius maupun nasionalisme. Kedua sisi itu membuat ketiganya dianggap cocok mendampingi Jokowi dalam menjalankan roda pemerintahan pada periode 2019-2024.


Fadli Zon Mention Jokowi Soal Rangkap Jabatan di Twitter, Katanya...

Namun, masih ada beberapa nama yang dijagokan untuk mendampingi Jokowi, yakni Jenderal Polisi Budi Gunawan yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Inteligen Negara (BIN). Ada pula Agus Harimurti Yudhoyono. Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

Karena Jokowi dinilai memiliki tiga kekurangan Jokowi yang pertama, dianggap kurang religius dan kurang dekat dengan santri. Kedua, mudah diserang isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA). Ke tiga, dianggap belum memenuhi janji kampanye (Tri Sakti-Nawacita). Oleh karena itu syarat calon wakil presiden diusulkan dari kalangan santri, religius dan nasionalis, agar Jokowi tidak diserang dengan isu SARA.

"Dari ke tiga aspek kekurangan itu, religiusitas dan isu SARA bisa menggerus elektabilitas Jokowi," sambungnya.

Menurut Yasmin, guna menutup tiga kekurangan tersebut idealnya Jokowi harus memilih sosok Cawapres yang memiliki integritas tinggi, rekam jejak bersih dan religius. Sosok Cawapres juga sebaiknya berasal dari kalangan Islam Moderat.

Soal Pasal Penghinaan Presiden, Fadli: Presiden Wajib Dikritik Kalau Salah

Halaman: 
Penulis : Uty Saifin Nuha