logo


Disebut Terima Jatah Korupsi E-KTP, Ganjar: Ngarang

Tidak pernah ada statement memberikan uang kepada Ganjar yang saat itu menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR terkait pembahasan anggaran e-KTP.

9 Februari 2018 14:59 WIB

Ganjar Pranowo.
Ganjar Pranowo. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dorel Almir, kuasa hukum Andi Naragong membantah bahwa Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerima jatah uang dari hasil korupsi e-KTP sebesar USD 500.000.

Pada persidangan pada hari Kamis (8/2), Ganjar menjelaskan tidak ada pemberian uang dari Andi kepada dirinya di ruang Moestokoweni seperti yang dituduhkan oleh Nazaruddin.

"Andi Narogong ngasih uang di tempatnya Bu Moestokoweni. Wong Bu Moestokoweni sudah meninggal kok. Jadi ngarang," ujarnya.


Novanto Akui Ada Aliran Dana ke Komisi II, Pengacara: Akan Diungkap

Dalam pledoi kliennya, Dorel mengaku tidak pernah ada statement memberikan uang kepada Ganjar yang saat itu menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR terkait pembahasan anggaran e-KTP. Keterangan Andi tersebut membantah klaim Muhammad Nazaruddin yang mengaku menjadi saksi mata adanya penyerahan uang dari Andi ke Ganjar.

"Keterangan saksi Muhammad Nazaruddin bahwa terdakwa pernah memberikan uang kepada Ganjar Pranowo di ruang saksi Mustokoweni adalah tidak benar, dan tidak cukup bukti menurut hukum karena hanya kesaksian yang berdiri sendiri yang justru dibantah oleh saksi Ganjar Pranowo," kata Dorel di Jakarta, pada hari Jumat (9/2).

Dorel melanjutkan, keterangan Nazaruddin tersebut juga tidak berdasar karena tidak bisa dikonfirmasi kepada Mustokoweni. Dia mengatakan, Mustokoweni meninggal jauh sebelum sidang digelar yakni pada 18 Juni 2010 atau tiga bulan sebelum klaim Nazaruddin.

KPK Bakal Telusuri Dugaan Aliran Duit E-KTP ke Ganjar Pranowo

Halaman: 
Penulis : Uty Saifin Nuha