logo


Berkat 601 Unit Lampu Surya dari PLN, Kini Asmat Terang Benderang

Bantuan lampu surya dari PLN ini juga merupakan salah satu bentuk kepedulian dalam menghadapi KLB yang terjadi

9 Februari 2018 12:53 WIB

Lampu Tenaga Surya Hemat Energi
Lampu Tenaga Surya Hemat Energi kumparan

ASMAT, JITUNEWS.COM - Masyarakat di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua kini bisa menikmati penerangan di malam hari berkat bantuan 601 unit lampu sehen (lampu surya) dari PT PLN (Persero) Wilayah Papua dan dan Papua Barat (WP2B) bagi 4 distrik di Asmat, dengan rincian Distrik Pulau Toga 200 unit, Sawaerma 150 unit, Joerat 101 unit dan Agats 150 unit.

"Kami baru saja memasang secara langsung lampu surya atau sehen di salah satu rumah warga tidak mampu yang masih belum terjangkau jaringan listrik," ujar General Manager PLN WP2B, Yohanes Sukrislismono, usai memberikan bantuan ke masyarakat kampung Mbait, Distrik Agats, Kamis (8/2).

Bantuan lampu surya dari PLN ini juga merupakan salah satu bentuk kepedulian dalam menghadapi KLB yang terjadi, agar para perawat dan masyarakat dapat maksimal bekerja menangani kasus campak, gizi buruk dan malaria di Asmat.


Pemerintah Terus Upayakan Listrik Masuk Asmat

Sebelumnya, warga Asmat menggunakan pelita dan lilin sebagai penerangan, sama seperti warga Waengapan (Maluku), Sori Tatanga (NTB) dan beberapa daerah lain yang dulunya tidak memiliki penerangan di malam hari.

Adanya 601 Lampu Surya senilai kurang lebih Rp 780 juta ini menjadikan Asmat punya 3 titik penerangan bertenaga matahari. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu lagi menggunakan pelita sebagai penerangan di rumah.

Masyarakat pun langsung menyambut baik upaya Pemerintah dalam menerangi desa yang belum berlistrik. Terlebih, selama ini mereka hanya mendapat penerangan secara terbatas.

"Terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan PLN yang telah memberikan penerangan kepada masyarakat di Asmat. Selama ini kami hanya menggunakan pelita, itu pun kalau ada bensin. Kalau tidak ada, kami menggunakan lilin," jelas Meki Mbait selaku Ketua RT Kampung Mbait.

Berdasarkan data Ditjen Gatrik KESDM (2017), masih terdapat 58 desa belum berlistrik di Kabupaten Asmat. 40 desa diantaranya akan dialiri listrik PLN dan 18 desa belum berlistrik sisanya menjadi target program pemasangan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) Kementerian ESDM sebagai program pra elektrifikasi.

LTSHE sendiri akan segera meluncur ke Kabupaten Asmat untuk 922 rumah (1.179 KK) pada 14 desa, yang merupakan pembiayaan APBN tahun 2017.

 

PLN Berikan 600 Lampu Sehen dan Bahan Pokok untuk Masyarakat Asmat

Halaman: 
Penulis : Riana